S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Rabu, 01 Februari 2012

Klasifikasi makhluk hidup

Materi : Biologi SMA Kelas X  
 
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus.
Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi. Selengkapnya

Virus Dan Monera

Materi Biologi SMA Kelas X
 
Ringkasan Materi:
Virus berarti racun, virus mempunyai ciri diantaranya:
  1. Virus belum bisa dikatakan sel karena tidak memiliki organel sel seperti mitokondria, badan golgi, ribosome dsb.
  2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
  3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
  4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
  5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor. Selengkapnya

Protista

Penggunaan system klasifikasi lima kingdom yang disusun oleh Whittaker menyebabkan protista dibahas sebagai suatu kingdom tersendiri. Protista mudah dibedakan dari organisme prokariot, namun agak sukar digolongkan pada organisme eukariot karena bentuknya yang sangat sederhana. Protista adalah suatu kerajaan dari mahluk hidup yang menunjukkan sedikit terjadi differensiasi jaringan, mencakup golongan protozoa dan algae yang eukarion, sehingga golongan ini menunjukkan campuran ciri-ciri yang terdapat pada tumbuhan maupun hewan, hanya saja belum mampu membentuk jaringan komplek. Protista diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu Protista yang mirip tumbuhan (Algae), Protista mirip fungi (Jamur lendir) dan protista mirip hewan (Protozoa). Selengkapnya

Fungi (Jamur)

Materi Biologi Kelas X
 
Tempe yang sehari-hari kita makan merupakan salah satu contoh hasil kerja jamur, demikian juga dengan tape, tape yang manis tidak mungkin tercipta tanpa peran jamur.
 
Ciri-ciri Jamur
Jamur termasuk organisme eukariot dan hampir semua anggotanya adalah multiseluler. Susunan sel jamur multiseluler adalah berderet-deret membentuk benang halus yang disebut hifa. Hifa kemudian bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Hifa jamur ada yang bersekat (bersepta) dan tidak bersekat. Hifa yang tidak bersekat, mempunyai nukleus menyebar di dalam protoplasma. Hifa semacam in disebut hifa koenositik. Pada jamur parasit terdapat hifa yang khusus untuk menyerap makanan dari inangnya yang disebut haustorium.
Jamur melakukan reproduksinya secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan pembentukan kuncup pada jamur uniseluler, serta fragmentasi miselium dan pembentukan spora aseksual pada jamur multiseluler. Reproduksi seksual jamur adalah dengan pembentukan spora seksual. Daur hidup jamur berbeda-beda bergantung pada divisinya. Spora jamur dibedakan menjadi dua macam, yaitu: spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual merupakan hasil pembelahan mitosis sedangkan spora seksual meruapakan hasil pertemuan dua jenis gamet yang dihasilkan oleh hifa. Selanjutnya

Keanekaragaman Hayati

Jenis makhluk hidup yang dapat dijumpai di lingkungan beranekaragam. Berbagai jenis hewan misalnya ayam, anjing, kucing, dan berbagai jenis tumbuhan misalnya jambu, mangga, jeruk, rerumputan, hidup di sekitar kita. Setiap makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup disebut keanekaragaman hayati atau biodiversitas.
Makhluk hidup sejenis (dalam spesies yang sama) memiliki ciri yang sama. Misalnya, ayam di Indonesia dengan ayam di Negara lain memiliki ciri yang sama. Jadi di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup, sedangkan antar spesies berbeda terdapat keanekaragaman.
Di berbagai lingkungan dapat kita jumpai keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Setiap lingkungan memiliki kenaekaragaman hayati masing-masing.

Kingdom Plantae

Materi Biologi SMA Kelas x 

Pendahuluan.

Kingdom Plantae meliputi organisme multiseluler, eukariotik dan selnya telah memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa. Plantae meliputi tumbuhan lumut(Bryophyta), Tumbuhan Paku(Tracheophyta) dan Tumbuhan Biji(Spermatophyta)
Berikut akan dibahas satu per satu secara terinci.

A. Bryophyta
Bryophyta adalah tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Selain itu tumbuhan lumut tidak memiliki pembuluh angkut namun memiliki klorofil sehingga digolongkan ke dalam kingdom Plantae. Sebagian lumut ada yang tubuhnya berupa thalus (lembaran) dan ada juga yang sudah memiliki bagian tubuh mirip akar, batang dan daun. Oleh sebab itu lumut disebut juga peralihan antara tumbuhan berthalus dan tumbuhan berkormus yang memiliki akar, batang dan daun sejati. Selanjutnya