S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Senin, 27 Juni 2011

Kiat Pemenuhan Standar Pendidikan

Dalam pandangan banyak pendidik,  “standar” adalah istilah yang menggambarkan tentang yang harus seseorang pahami serta mampu menerapkannya. Penggunaan “standar”  selalu dipandang sebagai produk kebijakan yang mengarahkan mekanisme pendidikan untuk mencapai  hasil yang diharapkan serta  mempertanggungjawabkan hasil belajar belajar di sekolah. Persepsi ini dirancang untuk mengukur kemajuan siswa ke arah tercapainya standar yang ditetapkan.
Penyelenggaraan pendidikan pada prinsipnya harus menjamin bahwa siswa mempelajari ilmu pengetahuan dan dapat mengembangkan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan  sesuai dengan kebutuhan kehidupan. Pendidikan harus memenuhi kebutuhan siswa pada masa kini  dan masa depannya. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional yang merupakan keniscayaan.
Kebutuhan itu meliputi pengembangan keterampilan hidup yang mengedepankan pembenbentukan pribadi berahlak mulia, berwawasan nasional, menumbuh-kembangkan kewirausahaan sesuai dengan perkembangan dunia kerja, berpengetahuan, serta menjadi pengguna teknologi dan berkesenian. Pendidikan harus mampu mengembangkan pribadi yang adaptif, kolaboratif, dan berperan aktif dalam kerja sama dan persaingan global.
Tantangan besar itu tidak mudah untuk diurai dalam aksi yang terurai pada tiap standar. Berdasarkan hasil pengamatan mengenai para praktisi pendidikan di lapangan prinsip-prinsip dasar yang mengalir sepenuhnya ke dalam berbagai peristiwa pada aktivitas sehari-hari di sekolah yang berpengaruh pada perubahan strategi dan hasil pengajaran dan belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian Iris R. Weiss  bersama anggota tim investigasi penerapan standar di Washington menghasilkan empat pertanyaan kunci untuk memandu penelitian tentang pengaruh standar terhadap sistem pendidikan yaitu, Selengkapnya

Indikator Produk Belajar dan Proses Belajar

Sistem membelajarkan siswa yang efektif didukung dengan tiga pilar pengembangan keterampilan utama yaitu meningkatkan keterampilan berpikir, meningkatkan penguasaan informasi dalam rangka menguasai materi pelajaran, dan meningkatkan keterampilan menerapkan ilmu pengetauan. Indikator keberhasilan siswa belajar terletak pada proses belajar dan hasil belajar.
Keterampilan berpikir, penguasaan ilmu pengetahuan, dan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan dapat dilihat pada hasil tes, perbuatan, dan karya siswa. Untuk mendapatkan data mengenai perkembangan mutu hasil belajar, maka guru memerlukan indikator pencapaian belajar yang dilengkapi dengan kriteria keberhasilan yang terukur.
Dalam menetapkan indikator proses dan hasil belajar keterampilan berpikir, mengelola informasi atau materi pelajaran, dan produk belajar harus ditulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Namun, karena banyaknya pilihan yang mungkin guru pilih, dalam hal ini guru sering mendapat kendala sehingga mutu proses belajar dan hasil belajar tidak tergambar pada indikator dan tujuan pembelajaran. Kedala untuk merumuskan indikator proses dan hasil belajar sering guru alami pada saat merumuskan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Untuk membantu para guru dalam merumuskan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terutama dalam mengembangkan ketiga pilar keterampilan, yaitu ketermpilan berpikir, mengelola informasi dan mengembangkan karya inovatif diintergarasikan dalam rangkaian proses belajar yang membentuk pengalaman belajar siswa. Selengkapnya

Kelebihan dan Kekurangan dari Test (Test Objectif dan Subyektif) TEST OBJEKTIF

Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan darri tes bentuk essai (Arikunto, 2003:164)
Kelebihan Test Objektif yaitu:

* Lebih respektif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat di hindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi peserta didik maupun segi guru yang memeriksa.
* Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.
* Pemeriksaanya dapat diserahkan orang lain.
* Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi.
* Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
* Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan tes Essay, karena penilainnya bersifat objektif.
* Validitas tes objektif lebih tinggi dari tes essay, karena samplingnya lebih luas.
* Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai. (Sukmadinata, 2005:187)

* Tes Objektif tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan. Selengkapnya

Pendidikan Karakter Bangsa

Label : Perangkat Pembelajaran

Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa”. Karena Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Nagara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.
Oleh karena itu, lebih awal pendidikan karakter bangsa dimulai dari lingkungan pendidikan dasar. Pada perangkat di pendidikan dasar inilah norma-norma pendidikan karakter bangsa akan ditanamkan lebih awal.

Guru harus mengetahui indikator karakter bangsa ini, untuk bisa memasukkan kedalam bimbingan siswanya. Pendidikan karakter bangsa sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa. Indikator karakter bangsa, dapat dimasukkan kedalam program pembelajaran.
Di bawah ini beberapa petunjuk / pedoman yang bisa membantu guru di dalam menyusun program pembelajaran karakter bangsa, semoga bermanfaat.

1. Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa
2.  Kata Kerja Operasional   
3. Penilaian Proses Pendidikan Karakter Bangsa
4. Keterkaitan dan Indikator Pendidikan Karakter Bangsa

Tata Nama Senyawa (senyawa Kovalen dan ion)

Label : Materi Kimia SMA Kelas X 

Setiap senyawa perlu mempunyai nama spesifik. Seperti halnya penamaan

unsur, pada mulanya penamaan senyawa didasarkan pada berbagai hal, seperti
nama tempat, nama orang, atau sifat tertentu dari senyawa yang bersangkutan.
Sebagai contoh:
a. Garam glauber, yaitu natrium sulfat (Na2SO4) yang ditemukan oleh J. R. Glauber.
b. Salmiak atau amonium klorida (NH4Cl),yaitu suatu garam yang awal mulanya diperoleh dari kotoran sapi di dekat kuiluntuk dewa Jupiter Amon di Mesir.
c. Soda pencuci, yaitu natrium karbonat(Na2CO3) yang digunakan untuk melunakkan air (membersihkan air dariion Ca2+ dan ion Mg2+).
d. Garam NaHCO3 (natrium bikarbonat)digunakan untuk pengembang dalampembuatan kue.

Tata Nama Senyawa Biner
Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur,
misalnya air (H2O), amonia (NH3), dan metana (CH4). Selengkapnya

Latihan Soal Ester

Label : Kimia 
Latihan Soal Kelas XII
1.      Ester dapat mengalami hidrolisis membentuk.........
a. eter dan alkohol
b. asam karbonsilat dan alkohol
c. eter dan air
d. alkohol  dan air
e. aldehid dan air
Jawab : b
2.      Zat berikut ini tergolong ester , kecuali .........
a. essen
b. lilin
c. lemak
d. minyak
e. steroid
Jawab : e
3.      Nama IUPAC untuk rumus struktur dibawah ini adalah .........
                            CH3   O
                   |      ||
CH3 – CH -CH-C-OH
           |
      C2H5
            a. 2 – etil – 3 – metil – propanol
            b. 2 – metil – 3 – pentanon
c. 3 – etoksi – 2 – metil – pentana
d. 2- etil – 3 – metil – 1 – propanon
e. asam  - 2,3 – dimetil pentanoat
Jawab : e , Selengkapnya

Perangkat pembelajaran kimia klas X TP 2010/2011

Berikut ini perangkat pembelajaran kimia kelas X TP 2010/2011:

Kaldik-TP2010-2011

mingguefektif2010

SiLABUSklasx2010

ProGram Semesterklasx2010

Program tahunan2010

COVERPRANGKATPEMB2010

Contoh RPP kimia Berkarakter (Eksplorasi. Elaborasi konfirmasi)

RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
(Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit)


SEKOLAH
:
SMA
MAPEL
:
Kimia
KELAS /SMT
:
X / 2
WAKTU
:
6 x 45 menit (3 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi                      :
3. Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
.
                                      
B. Kompetensi Dasar            
3.1 Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
  1. Pertemuan 1
Ø Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit  melalui  percobaan
  1. Pertemuan 2
Ø Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
Ø Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik
Ø Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
 

Sabtu, 25 Juni 2011

Penakar Hujan Type Tipping Bucket

Penakar curah hujan (juga disebut sebagai Udometer atau Pluviometer) adalah tipe instrument yang digunakan oleh meteorologi dan hidrologi untuk mendapatkan dan mengukur jumlah curah hujan pada periode tertentu. Salah satu penakar hujan adalah jenis tipping bucket. Seperti halnya penakar hujan lainnya, tipping bucket bertujuan untuk mendapatkan jumlah curah hujan yang jatuh pada periode dan waktu tertentu. Penakar hujan tipping bucket ini adalah penakar hujan semi elektrolit dan otomatis.Artinya bahwa pengukuran hujan dilakukan oleh alat melalui pias yang bergerak secara grafik setiap curah hujan yang terukur.Jadi setiap akhir pengamatan kita akan langsung mendapatkan data curah hujan.
Hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang penting dalam menentukan kondisi lingkungan. Sehingga hujan sangatlah penting untuk diamati. Dalam pengukuran curah hujan ini dibutuhkan sebuah alat pengukur yang disebut penakar hujan (raingauge ). Penakar hujan (raingauge) adalah pencatat dari hujan yang jatuh
kepermukaan bumi, untukmengetahui curah hujan yang terjadi dalam periode tertentu. Penakar hujan memiliki berbagai jenis yang secara garis besar dibedakan atas penakar hujan recording dan non-recording.Dalam makalah ini yang dibahas adalah penakar hujan jenis tipping bucket yang merupakan jenis recording melalui pencatatan pada pias. Selengkapnya

Hygrometer Rambut

Higrometer rambut adalah sebuah alat pengukur kelembaban udara dengan satuan persen yang menggunakan prinsip muai panjang rambut dimana rambut akan memanjang ketika kelembaban udara bertambah. Adapun rambut yang digunakan adalah rambut manusia atau kuda yang sudah dihilangkan lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan pengungkit (engsel) yang dihubungkan dengan jarum yang menunjuk kepada skala sehingga memperbesar perubahan skala dari perubahan kecil dari panjangnya rambut.

Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah uap air yang ada di udara dan dinyatakan dalam persen dari jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Dan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara (Relative Humidity) adalah Higrometer. Higrometer adalah nama alat pengukur kelembaban udara (RelativeHumidity) secara umum. Tapi dalam makalah ini penulis akan membahas jenis dari hygrometer yaitu higrometer rambut (Hair Hygrometer) Selengkapnya

Evapotranspirometer Piche

evapotranspirometer piche tergolong alat yang sederhana. Alat ini hanya terdiri dari pipa gelas berskala yang diisi air, piringan kertas filter, dan penjepit logam (klip) berbentuk lengkungan seperti lembaran pegas. Prinsip kerja alat ini didasarkan pada laju evapotranspirasi yang dinyatakan dengan banyaknya air yang hilang ke atmosfer oleh proses evapotranspirasi dari suatu daerah tiap satuan luas dalam satu satuan waktu. Karena alat ini harganya relatif murah dan penggunaannya juga relatif mudah sehingga menjadi alternatif alat ukur penguapan yang digunakan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Selanjutnya akan kita bahas lebih jauh tentang evapotranspirometer piche.

Penguapan sebagai salah satu parameter cuaca, datanya sangat penting untuk diperoleh. Terutama untuk pengamatan oleh BMG, data penguapan ikut menentukan keakuratan dalam memprakirakan cuaca maupun analisis iklim. Selain itu pengukuran penguapan dari permukaan air bebas dan permukaan tanah serta transpirasi dari tumbuh-tumbuhan adalah sanagat penting dalam pertanian, hidrometeorologi dan dalam pendesainan dan pengoperasian waduk serta sistem irigasi terutama di daerah gersang. Selengkapnya

Psychrometer Assmann

Psychrometer Assmann merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara (relative humidity). Psychrometer Assmann terdiri dari dua buah termometer air raksa dengan pelindung logam mengkilat. Kipas angin terletak diatas tabung yang berada ditengah alat, berfungsi untuk mengalirkan udara dari bawah melalui kedua bola termometer menuju ventilasi. Psychrometer Assmann memiliki karakteristik yaitu kecepatan putaran kipas sekitar 3-5 m/s, lama putaran 3-5 menit dan jangkauan temperatur - 30o - +50oC. Penanganan, perawatan dan pengkalibrasian Psychrometer Assmann hampir sama dengan termometer bola basah-bola kering, perbedaannya terletak pada perawatan dari kipas dan pelindung radiasi yang terdapat pada Psychrometer Assmann.

Data dan keterangan mengenai kelembaban udara (relative humidity dan absolut humidity) sangat diperlukan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Baik kegiatan yang bersifat riset, peternakan, penerbangan, pelayanan jasa dan informasi maupun pertanian. Sebagai contoh di dalam dunia industri, kayu yang baik digunakan sebagai bahan baku ialah kayu yang kering, sedangkan kertas yang lembab dapat menurunkan kualitas dari kertas tersebut. Perubahan-perubahan seperti itu sangat penting untuk diamati untuk menjaga kualitas suatu bahan. Dengan mengukur kelembaban udara di atmosfer, maka dapat diketahui kemungkinan- kemungkinan yang terjadi dikemudian hari. Selengkapnya

Pancasila dan Keindonesiaan

Oleh Arie Sudjito

Sosiolog UGM dan Ketua Umum Pergerakan Indonesia
Begitu keresahan tengah melanda negeri ini, terutama kejadian konflik dan kekerasan dengan frekuensi tinggi dan dianggap mengancam integrasi bangsa, di situ pula memori tentang ideologi bangsa, Pancasila, dipanggil. Kegundahan berisi guratan harapan dan beban yang berat. Di situ pula menjadi bagian perhatian dan wujud cinta warga negara pada republik. Perlu kembali mengurai masalah-masalah mendasar yang dialami negeri ini, yang kadang dilupakan di tengah hiruk-pikuk pragmatisme yang serbainstan. Apalagi momentum 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, energi dikonsentrasikan untuk berefleksi menebalkan keyakinan perlunya membaca ulang makna ideologi bangsa dalam sketsa bermasyarakat dan bernegara. Adalah memberi makna ulang, kontekstualisasi, dan revelansi Pancasila atas problem kekinian dan tantangan ke depan. Sejarah dan rekam jejak masyarakat Indonesia berisi kisah sukses dan derita berbaur jadi satu menjadi narasi keindonesiaan. Kekuasaan memang telah berganti, urusan politik zaman Orde Lama, era Orde Baru, sampai masa Reformasi kian meyakinkan adanya perubahan. Perbaikan dan segala macam pembenahan, paling tidak secara formal. Di zaman demokrasi, kebebasan politik dan liberalisasi media relatif tersedia. Selengkapnya

Jumat, 24 Juni 2011

Berpikirlah, maka Kita Ada

Pernah dengar orang yang sedang marah-marah, yang mengatakan,”pakai dong otakmu,” ini ditunjukkan ketika lawan bicaranya tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya, atau memberikan respon yang berbeda dari  yang diinginkan, atau bahkan memberikan respon yang tidak diharapkan.
Pertanyaan kemudian sebetulnya apakah memang orang yang diminta memakai otaknya itu, betul tidak menggunakan otaknya sebelum berkata atau bertindak? Bukankah si lawan bicaranya itu dapat berkata atau bertindak demikian karena telah melalui proses berpikir yang artinya telah menggunakan otaknya pula.
Hanya saja yang menjadi masalah adalah yang satu memakai otaknya untuk berpikir dengan caranya, sementara yang satu lagi, berpikir dengan caranya juga. Ujung-ujungnya, tidak ketemu. Selengkapnya

Kenalilah Arah Berpikir Anak


Dengan atau tanpa diperhatikan secara seksama prilaku siapapun khususnya dalam hal ini anak dalam keseharian tampaknya biasa-biasa saja. Baru sesuatu tampak jelas manakala sudah ada efek perilaku yang ekstreem keluar dari biasanya dan itu terjadi ketika daya dorong atau watak sudah terbentuk bahkan mungkin mendarah daging. Ketika keadaan sudah seperti itu apa lagi yang bisa diperbuat untuk mengubahnya? Sulit !
Dari ketiga anak yang sedang berjalan beriringan dan bergurau tampaknya tak ada sesuatupun yang berbeda. Mereka semua anak umur belasan. Tapi tahukan anda seberapa sama dan seberapa beda pola pikir ketiga anak tersebut. Kita ambil contoh cara pandang mereka terhadap kamar mereka sendiri. Anak pertama memandang betapa penting rapi dan bersihnya sebuah kamar, jika tidak dalam kondisi rapi dan bersih sangat mengganggu kenyamanan perasaannya. Anak kedua tidak begitu peduli dengan bersih dan rapinya kamar dia, baik bersih atau berantakan dia nyaman-nyaman saja. Anak ketiga justru sepertinya lebih nyaman dengan keadaan yang “super amburadul”. Dia merasa dalam posisi asing bahkan hampir tak bisa tidur apabila harus berada di kamar yang rapi dan bersih. Selengkapnya

Membangun Budaya Membaca (Literacy Cultur) di Sekolah


“Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar.”
Awal abad XX ditandai oleh perang Rusia melawan Jepang (1904-1905). Rusia kalah pada pertempuran laut di Selat Tsushima 27-28 Mei 1905.Geoffrey Jukes, penulis The Russo-Japanese War 1904-1905, mengatakan, penentu hasil perang itu bukanlah teknologi, tetapi tingkat literasi.Hanya 20 persen personel militer Rusia bisa ”membaca dan menulis”. Akibatnya, banyak yang tidak mampu mengoperasikan secara benar persenjataan modern (saat itu) dan sistem telegraf nirkabel yang diimpor dari Jerman. Serangan Rusia sering salah sasaran karena salah membaca peta dan salah mengoperasikan jaringan komunikasi.
Sebaliknya, hampir semua tentara Jepang tahu ”membaca dan menulis”. Mereka mahir menggunakan persenjataan militer modern dan memanfaatkan infrastruktur intelijen militer secara benar. Jepang bahkan sudah memodifikasi sistem telegraf nirkabel dari Jerman.
Dari dua fakta sejarah ini tentu kita dapat mengambil kesimpulan tentang betapa pentingnya ”membaca dan menulis” atau yang kita kenal sebagai kemampuan literasi. Lalu bagaimana dengan Indonesia, Selengkapnya

Tahukah Anda Kecepatan Berbicara Dilacak di Otak????

Hanya dalam 600 milidetik, otak manusia dapat memikirkan sebuah kata, mengaplikasikan aturan gramatik, dan mengirimnya ke mulut untuk diucapkan. Untuk pertama kali, peneliti telah melacak urutan super cepat ini, dan memecahnya menjadi langkah yang berbeda. Peneliti berhasil memecahkannya, dengan mempelajari signal yang dikirim dari elektroda yang ditanam didalam otak penderita epilepsi. Elektrode tersebut membantu ahli bedah untuk menemukan posisi otak yang menyebabkan epilepsi, sehingga mereka dapat dihilangkan. Hal tersebut juga menjaga bagian kritis dari otak, untuk tidak dioperasi. 'Jika kita salah bergeser beberapa milimeter ke kiri atau kanan, kita bisa menghapuskan kemampuan berbahasa atau bermain piano mereka, dan hal ini sangat disayangkan,' Kata Ned Sahin dari Universitas Harvard, peneliti yang mempelajari jaringan bahasa. Selengkapnya

Keajaiban Otak Manusia

Manusia memang makhluk yang paling sempurna diciptakan Tuhan jika dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Kelebihan utama manusia adalah memiliki otak yang luar biasa menakjubkan, sungguh sebuah keajaiban yang tak bisa digambarkan secara harafiah. Sebuah hardware dominan bagi manusia untuk bisa hidup dengan maksimal, dan pencapaian keberhasilan hidup tentunya sesuai dengan seberapa bisa manusia tersebut mampu memanfaatkan fungsi otaknya.
Dengan keajaiban ini manusia bisa menciptakan dan mengimajinasikan banyak hal yang bahkan terkadang di luar ekspektasi. Nah, sebelum kita makin terlena terhadap keajaiban otak yang kita miliki tanpa mengetahui potensi sebenarnya dari otak itu sendiri, mari sejenak berbicara tentang esensi otak itu secara fisik. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan kerumitan yang melegakan karena mengatahui kita telah diberkati dengan organ canggih yang mengagumkan ini. Dan, seberapa besar pun keajaiban ini sanggup mempengaruhi kualitas hidup manusia, sehingga manpu membuat kesempurnaan tak lagi mustahil untuk diwujudkan, pada akhirnya tetap kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Selengkapnya

Dunia tak butuh bahan bakar fosil lagi

Add caption
Sekiranya hal itulah yang dapat dikatakan dari hasil studi terbaru yang dirilis oleh tim riset yang dipimpin oleh Mark Z. Jacobson dari Stanford University. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengkonversi seluruh jenis penggunaan bahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan dan bersih, dengan begitu dunia dapat meninggalkan bahan bakar fosil.
“Berdasarkan penemuan kami, sebenarnya tidak ada kendala dari segi ekonomi dan teknologi,” kata Jacobson, yang merupakan professor teknik sipil di institusi tersebut. “yang menjadi pertanyaan adalah dari segi aspek sosial dan politik.” Ia dan Mark Delucchi dari University of California-Davis telah menulis dua bagian makalah yang dipublikasikan pada Energy Policy, dimana mereka menilai harga, teknologi, dan materi yang dibutuhkan untuk mengubah dunia berdasarkan rancangan yang mereka buat. Selengkapnya

Resin Sintetik Terbarukan dan Dapat Terdegradasi Secara Alami

Dewasa ini, resin sintetik dibuat dari bahan-bahan fosil, seperti halnya minyak bumi. Resin sintetik ini relatif tidak dapat terurai secara alami (non-biodegradable) dan hanya dapat dibakar dengan tindakan pencegahan yang ketat serta dapat menghasilkan zat toksik bergantung pada jenis monomernya.
Polimer sintetik yang berasal dari bahan fosil ini telah lama menjadi permasalahan lingkungan, karena sifatnya yang relatif tidak dapat diurai secara alami sehingga menimbulkan berbagai dampak buruk terhadap lingkungan. Permasalahan ini memerlukan suatu inovasi untuk mengganti penggunaan polimer sintetik yang tak terurai dengan jenis polimer lain yang mudah terurai secara alami. Selengkapnya

Terima Kasih Virus HIV/ AIDS

Mungkin selama ini ketika nama AIDS disebut, yang terbayang di pikiran kita adalah : penyakit mematikan, virus berbahaya, kematian, dan hal-hal lain yang mengerikan terkait infeksi virus HIV AIDS. Namun ternyata virus HIV ini dapat menyembuhkan penyakit dan justru menyelamatkan manusia. Bukan berarti virus tersebut telah bertaubat, namun para peneliti menggunakan dan memodifikasi virus HIV sebagai alat untuk Terapi Gen. Pada bulan November 2009, dalam Science Magazine dilaporkan bahwa Terapi Gen menggunakan virus HIV sebagai pengantar gen sukses menyembuhkan penyakit kerusakan otak berbahaya bernama X-linked ALD (X-linked adrenoleukodystrophy).
ALD merupakan penyakit keturunan yang diakibatkan kerusakan kromosom X (sehingga penderita penyakit ini sebagian besar adalah laki-laki).Selengkapnya

Fotosintesis: Dari Pabrik Gula Hingga Sumber Energi Pengganti BBM

Secara sederhana fotosintesis dapat diartikan sebagai proses pemanfaatan energi matahari yang dilakukan oleh tumbuhan hijau untuk mengubah bahan kimia anorganik menjadi bahan makanan. Cahaya matahari yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah.
Selama proses fotosintesis dihasilkan karbohidrat dan oksigen. Volume oksigen sebagai hasil proses fotosintesis dapat diukur. Oleh sebab itu, untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis dapat dilakukan dengan mengukur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Peristiwa terjadinya fotosintesis berlangsung pada kloroplas. Kloroplas merupakan suatu organela yang di dalamnya terdapat zat hijau daun atau klorofil. Klorofil mampu menyerap spektrum warna yang dipancarkan oleh sinar matahari. Kloroplas terdapat pada jaringan pagar dan jaringan bunga karang. Selengkapnya

Sehat, Minum Air Putih

Air sepertinya menjadi hal yang terpenting untuk kelangsungan hidup kita. Kita bisa aja bertahan hidup tanpa makan selama berhari-hari, tapi kita nggak bisa bertahan hidup tanpa air. Kabarnya saya dengar sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan.

Peran air sangat besar untuk menjaga kelancaran sistem tubuh. Air menjadi bagian penting dalam pola makan kita yang sehat dan seimbang. Tapi, supaya seimbang, jumlah cairan yang masuk sama yang keluar dari tubuh harus seimbang. Soalnya kalau nggak seimbang, kita bisa kena dehidrasi yang akhirnya pengaruh sama kerja tubuh kita.
Tapi yang saya maksud di sini yaitu air putih yang mineral, bukan minuman lain yang ada soda atau kafein atau yang lainnya. Malah kalau minum sembarangan, selain air putih jika kita minum secara rutin, bisa ngerusak kesehatan tubuh kita. Misalnya aja gula sama kalori yang ada di minuman sembarangan itu bisa bikin gigi kita berlubang, atau juga contoh lainnya minuman yang mengandung kafein, yang dapat memicu pengeluaran kalsium dari tubuh, akibatnya tulang jadi keropos. Selengkapnya

Selasa, 21 Juni 2011

Wireiess Internet

Dengan semakin maraknya jumlah Internet Service Provider (ISP) di Indonesia (saat ini lebih dari 200 buah), maka semakin sengitlah kompetisi antara ISP tersebut. Semua potensi bangsa dari Usaha Kecil Menengah, Koperasi, termasuk TELKOM dan INDOSAT main di internet. Hal ini akhirnya menimbulkan persaingan yang sangat keras, bahkan cenderung tidak fair. Akhirnya timbullah usaha segala cara dari ISP untuk bertahan hidup dan tidak kalah kompetisi sekaligus mencari keuntungan. Persaingan terasa makin keras karena terlebih lagi ISP cenderung terpusat di kota-kota besar terutama di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam, Denpasar dan lain-lain. Masalah utama dari internet di Indonesia adalah terbatasnya jaringan akses ke pelanggan. Jaringan yang diandalkan selama ini adalah "backbone" PSTN-nya TELKOM. Tetapi karena keterbatasan jaringan akses kabel TELKOM dan karena juga keikutsertaan TELKOM dalam kompetisi internet lewat Divisi Multimedia-nya, maka bagi ISP lainnya akhirnya "wireless" lah yang jadi andalan.
Dengan keterbatasan frekuensi dan relatif sulitnya mencari frekuensi yang "idle", maka konsep "unlicensed band"-nya FCC dilirik oleh beberapa ISP dengan diam-diam (termasuk penyelenggara jasa telekomunikasi maupun penyelenggara telsus lainnya). Mula-mula frekuensi 900 MHz-an digunakan, tetapi karena tabrakan dengan operator GSM, maka penggunaan low power CDMA "unlicensed band" ini dihindari. Kemudian muncul teknologi 2.4 GHz yang ternyata di berbagai negara di dunia, terutama USA dan Eropa diterima sebagai band frekuensi "unlicensed band" dengan segala variasinya tergantung kondisi eksisting. Selengkapnya

UN dan Pelajaran Korupsi di Sekolah

Oleh: Entis Sutisna*)

            Wakil Presiden Yusuf Kalla saat menjadi Menko Kesra pernah melemparkan pernyataan bahwa korupsi terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh kalangan pendidik. Pernyataan itu di lemparkan di hadapan para peserta Rakernas Perguruan Tinggi se Indonesia di Yogyakarta pada Kamis, 27 Maret 2003. Korupsi dunia pendidikan itu berbentuk pengatrolan nilai dari oknum pendidik, untuk meluluskan peserta didiknya. Yusuf Kalla mengatakan, selama ini kalangan pendidik akan sangat bangga jika anak didiknya dapat lulus 100%. ”Akibatnya sangat buruk, anak-anak menjadi merasa bahwa belajar itu tidak perlu.” Dia menjelaskan, sekarang ini kalangan pejabat, termasuk mereka yang duduk di dunia pendidikan, harus bisa tegas tidak meluluskan anak yang tidak pantas untuk naik kelas atau tidak pantas lulus karena nilainya memang kurang mencukupi. ”Bahkan perlu kita menertawakan sekolah-sekolah yang masih bangga dengan keberhasilannya meluluskan 100% anak didiknya.” Pengatrolan nilai demi angka kelulusan semacam ini harus segera dihilangkan. Sebab menurut Kalla, hal ini akan berakibat fatal, yaitu pembodohan dan menimbulkan kemalasan peserta didik. Pernyataan tersebut diulang kembali oleh Kalla dalam seminar yang dilaksanakan oleh PB PGRI pada Nopember 2008.Selengkapnya

Pembelajaran Konstruktifisme Melalui Peta Konsep

Konstrukstifisme adalah sebuah strategi yang memberi peran sangat bermakna bagi siswa dalam proses pembelajaran. Perannya akan membekas dalam diri siswa karena mereka benar-benar merasa yakin akan peran aktifnya dalam membangun pengetahuan dan kompetensi. Siswa menjadi lebih percaya diri sekaligus termotivasi untuk terus membangun pengetahuan dan kompetensi barunya. Pada gilirannya akan menimbulkan loncatan kemajuan pada siswa dalam mencapai prestasi belajar.
Bagaimana melakukan pembelajaran konsstruktif seperti itu? Tentu banyak cara dilakukan. Diantaranya melaui pengembangan peta konsep. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan.
  1. Sesuai dengan analisis SK-KD-Indikator, Siapkan tema/konsep menarik yang akan didiskusikan. Misalnya konsep kalor pada Fisika, konsep hak asasi pada PKn, atau konsep pasar pada ekonomi.
  2. Siapkan media untuk mengekpresikan gagasan/ide yang akan disampaikan siswa dalam diskusi. Misalnya media kartu dari kertas (untuk ditulis) atau melalui media ICT (misalnya mindmanajer)
  3. Mulailah dengan prolog apa yang berisi skenario atau aturan permainan yang disampaikan guru, agar aktivitas menjadi maksimal. Misalnya siswa yang paling banyak menyampaikan ide/gagasan mendapat penghargaan tertentu.
  4. Guru menjadi mediator yang netral, yang memberikan kesempatan pada ide/gagasan yang diajukan. Kemudian meminta yang lain untuk menyusun kembali hingga tercapai kesepakatan.
  5. Pada akhir kegiatan, berikan penghargaan dan penguatan.

Membangun Kultur Sekolah

Membangun sekolah bagi sebagian pemangku kepentingan negeri ini dianggap memadai dengan membangun fasilitas gedung dan sarana-prasarana. Dengan membangun kemegahan dan kemewahan seolah -olah telah mencapai puncak prestasi dalam mengembangkan pendidikan/sekolah. Pada akhirnya pemegang kekuasaan merasa menjadi pahlawan pelopor pendidikan, padahal justru secara kasat mata hitungan fisik memberi kesan adanya raihan keuntungan yang sangat jelas.
Pembangunan pendidikan/sekolah terberat justru terletak pada membangun kultur yang selain membutuhkan dana materil yang tidak sedikit, akan tetapi membutuhkan daya tahan kesabaran, keuletan, persisistensi, dan konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan di sekolah yaitu guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.
Setidaknya ada tiga kultur yang perlu dikembangkan di sekolah, yaitu kultur akademik, kultur budaya, dan kultur demokratis. Ketiga kultur ini harus menjadi prioritas yang melekat dalam lingkungan sekolah. Selengkapnya

Pendidikan Budaya dan Karakter di Sekolah

Isu hangat belakangan tantang pendidikan karakter sesungguhnya tersirat lama dalam rumusan tujuann pendidikan nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan rumusan tujuan ini, sekolah sebagai institusi publik pelaksana pendidikan nasional terbebani kewajiban membangun budaya dan karakter siswa menjadi insan bertanggung jawab.
Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang.Selengkapnya

Profil Lulusan SMA

Pendahuluan

Hingar bingar dan sukacita ketika pengumuman kelulusan bagi siswa SMA oleh sebagian besar masyarakat dianggap wajar. Bentuk yang sering mudah terlihat adalah ucapan selamat dengan muka berseri, perayaan syukuran, hingga coret-coretan baju. Bahkan di beberapa daerah disibukkan oleh kemacetan akibat konvoi sepeda motor oleh siswa SMA/SMK yang baru saja dinyatakan lulus. Mereka beranggapan bahwa keberhasilan menempuh pendidikan menengah yang ditandai dengan lulus ujian (seperti UN) patut untuk disyukuri atau dirayakan.
Benarkah siswa yang lulus ujian (UN) menunjukan keberhasilan nyata menempuh pendidikan menengah terutama di tingkat SMA? Ataukah itu hanya sebagaian saja? Kriteria apa saja yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur seseorang berhasil menempuh pendidikan di SMA? Semua jawaban ini belum banyak diketahui masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Kalaupun sebagian ada yang tahu persis, tetapi tidak sedikit yang lupa atau belum mengenal profil lulusan SMA. Tulisan berikut ini diharapkan dapat membantu siswa, guru, dan oragtua dalam mengukur keberhasilan siswa lulus dari SMA. Selengkapnya

Sistem Pendidikan Yang Sekarang Dijalankan Melahirkan Out Put Menyimpang Dari Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional ?

Di dalam Bab II Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisitem Pendidikan Nasional, tertulis sebagai berikut  : " Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta  peradaban  bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab ".
Maraknya kecurangan-kecurangan Ujian Nasional di semua jenjang satuan pendidikan selama ini membuktikan penyimpangan dari tujuan dan fungsi pendidikan nasional.
Saya sangat setuju dengan apa yang dikemukakan oleh Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Sulistyo pada tanggal 17 Mei 2011 sawaktu diwawancarai oleh Soetomo Samsu, wartawan JPNN pada tanggal 17 Mei 2011 lalu. Prof. Dr. Sulistyo mengatakan seperti di bawah ini  ( saya ambil sebagian saja ), Selengkapnya

Selasa, 14 Juni 2011

Menjadi Guru Berpredikat

Netsains.Com - Meski saat ini telah lahir Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai landasan yuridis profesi guru, tetapi untuk menjadikan guru di Indonesia sebagai sebuah pekerjaan profesional yang sejatinya (A True Professional) tampaknya masih perlu dikaji dan direnungkan lebih jauh.
Berdasarkan kriteria yang pertama, seorang guru bisa dikatakan sebagai seorang profesional yang sejatinya apabila dia memiliki latar belakang pendidikan sekurang-sekurangnya setingkat sarjana. Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa untuk dapat memangku jabatan guru minimal memiliki kualifikasi pendidikan D4/S1. Ketentuan ini telah memacu para guru untuk berusaha meningkatkan kualiafikasi akademiknya, Selengkapnya

Mengenal Apa Itu “Process Mining”

Netsains.Com - Saat ini banyak organisasi menggantungkan proses bisnisnya pada satu atau lebih sistem informasi yang mereka miliki. Sistem informasi yang digunakan contohnya seperti WMS – Workflow Management System, CRM – Customer Relationship Management, ERP – Enterprise Resource Planning dan lain sebagainya.
Setiap sistem informasi tersebut tentunya dirancang berdasarkan model dari suatu proses bisnis. Pada umumnya sebuah sistem informasi mencatat setiap event / kejadian pada sebuah log untuk memonitor proses yang berjalan. Catatan tersebut dapat berupa transaction logs ataupun audit trails. Selengkapnya

Komunikasi Interseluler Menggunakan Saluran Tabung Nano

Netsains.com - Pernahkah Anda memikirkan apa yang terjadi ketika kulit Anda terluka dan beberapa hari kemudian luka tersebut akan tertutup dan sembuh dengan sendirinya?  Hal tersebut tak lepas dari peran sel-sel yang ada di dalam tubuh untuk kembali membentuk jaringan kulit. Sel merupakan unit fungsional terkecil dalam tubuh seluruh makhluk hidup tak terkecuali manusia yang memiliki peran masing-masing pada jaringan atau organ tubuh tertentu. Namun bagaimana sel-sel yang jumlahnya sangat banyak tersebut dapat berkomunikasi membentuk suatu aksi tertentu? Pertanyaan tersebut yang akan dijawab oleh para ilmuwan.
Sepuluh tahun belakangan ini para peneliti telah mengetahui bahwa mayoritas sel tubuh dapat membentuk saluran tabung nano ultra-tipis yang disebut sebagai tunneling nanotubes (TNTs). Saluran ini memiliki ketebalan setara dengan 1/500 dari tebal rambut manusia dan merupakan salah satu mekanisme komunikasi interseluler yang berbeda dari yang sebelumnya diusulkan. Selengkapnya

Mengajar untuk Membuat Mengerti

Sudah sepekan terakhir ini, saya diminta seorang teman lab (satu supervisor) untuk mendampinginya dalam pekerjaan lab. Dari pengalaman ini, saya mendapatkan sekelumit cerita yang mungkin menarik para pembaca sekalian.
Teman saya, yang berinisial NCH, adalah seorang thésarde (sebutan untuk pelajar S3 di Perancis) yang berasal dari negeri Gajah Putih. Penelitian beliau terfokus kepada Embriogenesis Somatik (ES) Tanaman Karet. Tujuan penelitian beliau adalah menemukan faktor kunci teknik ES yang ternyata berbeda untuk tiap jenis tanaman karet. Sayangnya dikarenakan perubahan politik di negaranya dan juga kerjasama antara Perancis dan Negeri Gajah Putih, beliau harus merubah tema penelitian, menjadi lebih ke Biologi Molekuler. Selengkapnya

Senin, 13 Juni 2011

Jamur (FUNGI)

Label : Pengajar Biologi kelas XI 

1. Standar Kompetensi
Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup.
2. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur, berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan.
3. Indikator Pencapaian
Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat :
a. Menjelaskan ciri-ciri umum divisio dalam kingdom Fungi.
b. Menjelaskan dasar pengelompokkan Fungi.
c. Menggambar struktur tubuh jamur dari berbagai golongan.
d. Membedakan berbagai golongan jamur berdasarkan morfologinya.
4. Kegiatan Belajar
4.1. Kegiatan Belajar 1
4.1.1. Uraian dan Contoh, Selengkapnya

Jumat, 10 Juni 2011

Ikan Penganut Poligami ?

Label : Biologi 

Netsains.Com - Mendengar poligami, pastinya banyak yang pro ataupun kontra. Namun saya tidak akan membahas hubungan perkawinan antar manusia. Tapi di dunia hewan. Beberapa kajian sudah mengungkap bahwa hewan banyak menganut sistem perkawinan poligami. Apa yang menyebabkan mereka seperti itu? Mari kita kaji bersama.
Secara umum di dalam buku Molecular Ecology oleh Beebee dan Rowe (2008), pada beberapa hewan dibagi atas dua sistem perkawinan, yaitu monogami dan poligami. Di dalam poligami ini terdapat beberapa tipe yaitu poligini (satu jantan dan lebih dari satu betina), poliandri (satu betina dan lebih dari satu jantan), poligiandri dan promiskuiti (keduanya jantan dan betina lebih dari satu). Selengkapnya

Yuk, Menghitung Ikan di Laut!

Label : Biologi 

Netsains.Com - Jumlah ikan yang ada di lautan ada ribuan dan mereka sangat aktif, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk menghitung jumlah dan jenis mereka. Tidak seperti manusia, ikan ini tidak bisa diberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai fakta kehidupannya. Dulu sebelum saya mengenal dunia lautan, sering bertanya-tanya dan penasaran bagaimana menghitung ikan di lautan.
Nah, penelitian tentang estimasi kuantitatif ikan-ikan yang di ada lautan khususnya di daerah terumbu karang telah dilakukan selama bertahun-tahun di Great Barrier Reef (GBR) yang sebagian besar menggunakan sensus visual, dan saat ini juga dilakukan di Indonesia. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Australian Institute of Marine Science (AIMS) dan Great Barrier Reef Marine Park Authority (GBRMPA). Metode yang digunakan dalam pengamatan ikan terumbu merupakan metode yang telah mengalami perubahan-perubahan yang dihasilkan selama dua kali workshop tentang penaksiran ikan terumbu dan pemantauan (monitoring) pada tahun 1978 dan 1979. Teknik visual sensus pada waktu itu dilaksanakan dan dikembangkan dengan sangat berhasil dengan diadopsi dari the Long-term Monitoring Program (LTMP)  untuk survey populasi ikan karang. Selengkapnya

Menjaga Kesehatan Otak Agar Tetap Konsentrasi

Label : Biologi 

Netsains.Com - Otak adalah tempat di mana kita menyimpan berbagai memori atau ingatan hidup kita serta merupakan alat berpikir yang jauh lebih baik daripada otak binatang. Kita bisa menghapal lagu, mengingat cinta masa lalu yang indah, melamun yang tidak-tidak, berkonsentrasi mengerjakan soal ulangan, dan lain-lain semua melibatkan otak.
Karena otak adalah salah satu organ vital yang ada pada tubuh kita, maka sudah selayaknya kita menjaga dan merawat otak agar tidak tekor dan error. Otak yang eror bisa membuat orang menjadi gila, camen atau cacat mental, kurang waras, halusinasi, paranoid, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah tips cara menjaga dan merawat kesehatan otak manusia dari website organisasi.org tercinta, Selengkapnya 

Siapa Dapat Hidup Seribu Tahun Lagi?

Label : Biologi

"Aku mau hidup seribu tahun lagi", demikian larik penutup puisi 'Aku' oleh Chairil Anwar. Puisi ini ditulis bulan Maret 1943, selang enam tahun kemudian Chairil meninggal dunia. Hidup abadi adalah obsesi menarik umat manusia. Dalam mitologi dan sumber-sumber pengetahuan purba di belahan bumi barat, hidup muda abadi adalah tema yang senantiasa berulang. Herodotus, sejarawan Yunani yang hidup di abad ke lima sebelum Yesus Kristus menulis tentang mata air keabadian yang konon kabarnya berada di Ethiopia. Siapapun yang minum dari mata air ini bakal jadi muda selamanya. Juan Ponce de Leon, eksplorator asal Spanyol yang ditahbiskan jadi gubernur Puerto Rico pertama sampai-sampai menggelar ekspedisi ke Florida demi mendengar bahwa mata air keabadian bisa ditemukan di sana. Manusia berobsesi, manusia mencari. Bahkan di masa modern seperti sekarangpun ekspedisi mencari mata air keabadian masih belum berhenti. Selengkapnya

Rel Kereta Tokyo Efisien Berkat Jamur Lendir!

Label  : Biologi 

Netsains.Com - Jepang merupakan negeri yang tak diragukan lagi kecanggihannya dalam urusan perkeretaan. Sebut saja nama shinkansen, kereta tercepat di dunia, yang hanya dengan berkedip saja, kereta ini melaju layaknya kilat. Kereta memang menjadi sarana transportasi utama di Jepang. Semua jenis kereta ada di Jepang, dari kereta lokal yang berhenti setiap 2 menit, kereta semi express, rapid express, super express, semuanya lengkap. Dan seluruh sistem perkeretaan di Jepang ini memberikan jasa ketepatan waktu yang luar biasa, kecepatan sempurna, dan keamanan pasti.
Apalagi di Tokyo, setiap hari jutaan orang harus diangkut dari suatu spot ke spot yang lain,  dengan waktu yang secepat-cepatnya dan setepat-tepatnya (karena "terlambat" dalam kamus hidup di Jepang adalah sebuah dosa besar, ketepatan waktu adalah harga diri yang selalu dijunjung tinggi). Tentu saja, seluruh sistem kereta listrik itu didesain sedemikian rupa sehingga menyediakan pelayanan jasa transportasi yang sangat efektif dan efisien. Rute atau jaringan rel kereta di Jepang pun harus dibuat sesempurna mungkin. Selengkapnya

Hubungan Ikan dan Kecerdasan Otak

Label : Biologi 

Netsains.Com - Tingkat kecerdasan orang Jepang ternyata berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal itu dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun.
Dari aspek gizi dan pangan, ternyata bahan pangan yang mendominasi makanan orang Jepang ialah ikan, dengan tingkat konsumsi rata-rata 60 kg per orang per tahun. Tingkat konsumsi ikan orang Indonesia masih di bawah 30 kg per orang per tahun. Sementara di Malaysia sudah mencapai 37 kg per orang per tahun. Selengkapnya

Mikrokosmos di Halaman Belakang: Stinkhorn

Label : Biologi 

Netsains.Com - Tiga minggu lalu satu sistem awan hujan datang mengunjungi Brookings, South Dakota. Sistem ini menggantung lumayan lama di atas kota. Walhasil kami pun berbasah-basah ria hampir seminggu penuh dan rumput halaman saya dengan penuh terpaksa tidak dipotong sepanjang minggu tadi.
Ketika cuaca membaik, saya pun iseng minum kopi di halaman seraya ngungun meratapi tingginya rumput yang perlu di potong. Di tengah acara ngungun tadi itulah terantuk lah mata ke pucuk-pucuk struktur menarik menjulang dari tanah di beberapa tempat di halaman. Ah ah, cendawan kah? Selengkapnya

Sifat Periodik Unsur : Sifat Logam, Titik Leleh dan Titik Didih

Label : Kimia 

a. Sifat Logam
Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur- unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).
Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:
  1. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.
  2. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang. Selengkapnya

Ikatan Kimia & Konfigurasi Elektron Gas Mulia

Label : Kimia 

Ikatan Kimia
Gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia. Konsep ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000).
Konsep tersebut adalah:
  1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil.
  2. Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti gas mulia. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron.
  3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron secara bersama-sama. Selengkapnya

Ikatan Ion

Label : Kimia 

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).
Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Dengan mengunakan lambang Lewis, pembentukan NaCl digambarkan sebagai berikut.

Rumus Pembentukan NaCl - Lewis 
NaCl mempunyai struktur yang berbentuk kubus, di mana tiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl dan tiap ion Cl dikelilingi oleh 6 ion Na+.
 

Ikatan Kovalen


Label : Kimia 

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom (James E. Brady, 1990). Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom bukan logam).
Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus
bangun atau rumus struktur. Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis. Misalnya, rumus bangun H2 adalah H – H.
Contoh:
a. Ikatan antara atom H dan atom Cl dalam HCl
Konfigurasi elektron H dan Cl adalah:
H : 1 (memerlukan 1 elektron)
Cl : 2, 8, 7 (memerlukan 1 elektron)
Masing-masing atom H dan Cl memerlukan 1 elektron, jadi 1 atom H akan
berpasangan dengan 1 atom Cl.
Lambang Lewis ikatan H dengan Cl dalam HCl, Selengkapnya

Ikatan Kovalen Koordinasi dan Polarisasi Ikatan Kovalen

Label : Kimia 
Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron. Ikatan kovalen koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).
Contoh:
Atom N pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion H+ melalui ikatan kovalen koordinasi,sehingga menghasilkan ion amonium, NH4+. Dalam ion NH4+ terkandungempat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi. Selengkapnya

Inisiatif Non-tradisional Dalam Pengembangan Budaya Tradisional Indonesia

Label : Edukasi 

Disampaikan pada Focus Group Discussion Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, 21 Desember 2010.
You don’t have to burn books to destroy a culture.
Just get people to stop reading them.
-Gandhi-
Kebudayaan itu kompleks. Kompleksitas budaya dapat terletak pada ke-tak-terpisah-an antara kelompok kolektif yang menghidupinya dengan obyek budaya, keterhubungan yang erat antara sebuah obyek budaya dengan narasi bijaksana yang tersimpan di dalamnya, antara obyek budaya yang berbentuk benda (tangible) dan yang tak berbentuk benda (intangible), hingga keterkaitan antara sosio-historio-eko-geografi tempat di mana ia tumbuh. Kompleksitas budaya inilah yang membuat mau tak mau, penanganan kebudayaan tak bisa hanya dikerjakan dalam satu lingkup domain saja. Selengkapnya

Rabu, 08 Juni 2011

Cara menyatakan himpunan

Label : Matematika 

PENGERTIAN
Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.
Contoh:
  • Himpunan siswi kelas III SMU Tarakanita tahun 1999-2000 yang nilai IQ-nya diatas 120.
  • Himpunan bilangan-bilangan bulaT diantara 10 dan 500 yang habis dibagi 7
Himpunan hanya membicarakan objek-objek yang berlainan saja.
Metode Roster
yaitu dengan menuliskan semua anggota himpunan di dalam
tanda kurung {...........}
contoh: himpunan bilangan ganjil N = {1,3,5,7,9,.......}, Selengkapnya

Teori Belajar

Label : Edukasi 
Tulisan ini hanya akan dikemukakan lima jenis teori belajar saja, yaitu: (a) teori behaviorisme; (b) teori belajar kognitif menurut Piaget; (4) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan (5) teori belajar gestalt.
a. Teori Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya, Selengkapnya 

Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Masa Remaja

Label : Edukasi

Masa ketika topan dan badai datang mendera
Masa remaja dikenal dengan masa yang terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan secara psikis yang bervariasi. Pada masa remaja (usia 12 sampai dengan 21 tahun) terdapat beberapa fase (Monks, 1985), fase remaja awal (usia 12 tahun sampai dengan 1-0 tahun), remaja pertengahan (usia 15 tahun sampai dengan 18 tahun) masa remaja akhir (usia 18 sampai dengan 21 tahun) dan di antaranya juga terdapat fase pubertas yang merupakan fase yang sangat singkat dan terkadang menjadi masalah tersendiri bagi remaja dalam menghadapinya.
Fase pubertas ini berkisar dari usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 16 tahun dan setiap individu memiliki variasi tersendiri. Masa pubertas sendiri berada tumpang tindih antara masa anak dan masa remaja, sehingga kesulitan pada masa tersebut dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan menghadapi fase-fase perkembangan selanjutnya. Pada fase itu remaja mengalami perubahan dalam sistem kerja hormon dalam tubuhnya dan hal ini memberi dampak baik pada bentuk fisik (terutama organ-¬organ seksual) dan psikis terutama emosi.
Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak terlepas dari bermacam pengaruh, seperti lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah dan teman-teman sebaya serta aktivitas-¬aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Selengkapnya

Pembelajaran dengan Metode Team Teaching dapat Menggairahkan Siswa Belajar Fisika

Label : Edukasi 


SISTEM PEMBELAJARAN METODE TEAM TEACHING
(Sesuai dengan makna Firman Allah QS. Almaidah(5) :2)

Oleh:
SUYUTI, S.Pd., M.Si.
(Guru SMA Negeri 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng)



I. Pendahuluan
Dewasa ini, seiring dengan semakin modernnya sistem pendidikan dan tuntutan yang semakin berkembang, tak jarang sekolah-sekolah yang masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional cukup tertinggal jauh dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran dengan strategi konvensional ini, proses pembelajaran dilakukan secara soliter, artinya proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi pembelajaran siswa dilakukan oleh satu orang guru. Gambaran pembelajaran seperti ini dapat dianalogikan bagaikan seorang penjual sate, di mana semua urusan suatu pekerjaan dari awal sampai akhir hanya di kerjakan oleh satu orang. Selengkapnya