S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Sabtu, 16 Oktober 2010

Kurikulum Biologi untuk Rintisan SMA Berstandar Internasional


SALATIGA, KOMPAS – Rintisan sekolah menengah atas berstandar internasional direkomendasikan mengadopsi dan mengadaptasikan kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran Biologi. Kurikulum ini dianggap relatif lebih mudah diadaptasikan karena dekat dengan kurikulum yang biasa digunakan di Indonesia.

“Kurikulum Cambridge ini lebih dekat dengan kurikulum yang biasa dipakai di Indonesia ketimbang kurikulum oriental, seperti Jepang atau China. Misalnya, untuk kronologis atau sistem pembelajarannya siswa dikenalkan dari hal-hal yang bersifat mikro ke makro,” kata Ketua Asosiasi Guru Biologi Rintisan SMA BI Se-Jawa Tengah Cecep Iskandar di sela-sela Musyawarah Guru Biologi di Salatiga, Sabtu (23/1).

Menurut dia, dari 55 rintisan SMA BI di Jateng, tidak sampai lima sekolah yang mengadopsi kurikulum ini. Sebagian sekolah menerapkan kurikulum dari China, Jepang, atau Turki. Namun, dari hasil musyawarah guru Biologi Jateng itu, direkomendasikan agar sekolah-sekolah lainnya mengadopsi kurikulum Cambridge. Hal ini dapat dilakukan dengan jejaring sesama sekolah RSBI.

“Namun, hal ini tidak dipaksakan karena masing-masing sekolah memang diberi keleluasaan untuk menyusun sendiri kurikulumnya,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Salatiga yang juga pembina Asosiasi Guru Biologi RSBI Saptono Nugrohadi menambahkan, sekolah-sekolah diminta lebih aktif saat studi banding ke sejumlah negara. Tidak lagi sekadar melihat, tetapi mengupayakan siswa bisa turut mengikuti pembelajaran atau guru diberi kesempatan untuk mencoba mengajar di sana.

Saptono juga meminta agar guru tidak terlalu fokus pada bahasa Inggris, tetapi pada isi materi pelajaran yang hendak disampaikan kepada siswa walapun dia mengakui masih banyak guru Biologi yang kemampuan berbahasa Inggrisnya terbatas. Baginya, bahasa Inggris hanya alat untuk menyampaikan materi. Apalagi, penyiapan materi ini dalam rangka meningkatkan daya saing siswa dalam menghadapi tantangan yang kian ketat pada tahun mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, guru-guru Biologi itu juga membahas metode pembelajaran siswa terkait dengan materi teori evolusi Darwin. Selama ini ada dua pandangan dalam menyikapi teori evolusi tersebut. Teori itu kerap mendapat tentangan sebagian kelompok masyarakat karena dianggap bertentangan dengan dogma agama. (GAL)