S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Jumat, 22 Juli 2011

Pembahasan soal perkalian silang menggunakan komponen vektor satuan

Label : Fisika SMA

1.       Tunjukkan bahwa i x i = j x j = k x k = 0 dan i x j = k, j x k = i dan k x i = j
Pembahasan :
Menggunakan persamaan perkalian silang atau perkalian vektor A x B = AB sin teta, diperoleh :
i x i = (1)(1) sin 0 = (1)(1)(0) = 0
j x j = (1)(1) sin 0 = (1)(1)(0) = 0
k x k = (1)(1) sin 0 = (1)(1)(0) = 0
Vektor satuan i berhimpit dengan i, j berhimpit dengan j dan k berhimpit dengan k, karenanya sudut yang dibentuk = 0. Angka nol ditebalkan untuk mengingatkan bahwa hasil perkalian tersebut adalah vektor nol, sebuah vektor yang komponennya = 0 dan arah tak terdefinisikan.
Menggunakan persamaan perkalian silang atau perkalian vektor A x B = AB sin teta dan sifat anti komutatif dari perkalian vektor (A x B = – B x A), maka diperoleh :
i x j = -j x i = (1)(1) sin 90o = (1)(1)(1) = k
j x k = -k x j = (1)(1) sin 90o = (1)(1)(1) = i
k x i = -i x k = (1)(1) sin 90o = (1)(1)(1) = j
Vektor satuan i, j dan k saling tegak lurus satu sama lain, sehingga sudut yang dibentuk = 90o, Selengkapnya

Pembahasan soal penjumlahan vektor menggunakan komponen vektor satuan

Label : Fisika SMA

1.         Nyatakanlah gaya-gaya pada gambar di bawah dalam bentuk R = Rxi + Ryj + Rzk

Pembahasan :
R = 3i + 4j
2.         Nyatakanlah gaya-gaya pada gambar di bawah dalam bentuk R = Rxi + Ryj + Rzk

Pembahasan :
R = -3i + 4j
(Perhatikan tanda), Selengkapnya

Pembahasan soal kecepatan, kelajuan, percepatan

Label : Fisika SMA

1.  Seorang pelari menempuh satu putaran sepanjang 100 meter dalam waktu 20 detik.  Berapa kelajuan rata-rata dan besar kecepatan rata-rata pelari tersebut ?
Panduan jawaban :
a) Kelajuan rata-rata ?

b) Besar kecepatan rata-rata ?
Pelari menempuh satu putaran penuh sehingga titik akhir berhimpit dengan titik awal.Selengkapnya

Kamis, 21 Juli 2011

Pembahasan soal Gerak Lurus Beraturan

Label : Fisika SMA 

1.       Sebuah kapal laut bergerak dengan kecepatan konstan 50 km/jam ke arah utara. Berapa jarak tempuh kapal laut setelah bergerak selama 2  jam ?
Panduan jawaban :
Tanpa rumus
Besar kecepatan kapal = 50 km/jam. Ini berarti kapal bergerak sejauh 50 km selama 1 jam. Jadi setelah 1 jam kapal bergerak sejauh 50 km. Setelah 2 jam kapal bergerak sejauh 2 x 50 km = 100 km.
Menggunakan rumus
2.       Sebuah sepeda motor bergerak pada lintasan lurus dengan kelajuan konstan 100 km/jam. Tentukan selang waktu yang dibutuhkan sepeda motor untuk menempuh jarak 20 km…
Panduan jawaban :
Tanpa rumus
Kelajuan sepeda motor = 100 km/jam. Ini berarti sepeda motor bergerak sejauh 100 km selama 1 jam, 20 km selama 0,2 jam. Selengkapnya

Pembahasan soal gerak lurus berubah beraturan (glbb)

Label : Fisika SMA 

1.  Benda yang mula-mula diam dipercepat dengan percepatan 4 m/s2 dan benda menempuh lintasan lurus. Tentukan (a) laju benda pada akhir detik ke 4, (b) jarak yang ditempuh dalam 4 detik (c) laju rata-rata dalam selang waktu 4 detik pertama.
Panduan jawaban :
a) laju benda pada akhir detik ke 4
Diketahui :
vo = 0 m/s (benda mula-mula diam karenanya laju awal = 0 m/s)
a = 4 m/s2
t = 4 s
Ditanya : vt
vt = vo + at = 0 m/s + (4 m/s2)(4 s) = 16 m/s
b) jarak yang ditempuh dalam 4 detik
s = vot + ½ at2 = (0 m/s)(4 s) + ½ (4 m/s2)(4s)2 = 0 + (2 m/s2)(         16 s2) = 32 m
c) laju rata-rata dalam selang waktu 4 detik pertama
2.  Laju sebuah bus bertambah secara teratur dari 20 km/jam menjadi 50 km/jam dalam waktu 10 sekon. Tentukan (a) besar percepatan, (b) jarak yang ditempuh, (c) laju rata-rata. Nyatakan dalam satuan meter dan sekon. Selengkapnya

Pembahasan soal gerak jatuh bebas (gjb)

Label : Fisika SMA 

1.  Buah mangga terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah. Jika tangkai buah berjarak 10 meter dari permukaan tanah dan massa buah mangga 5 gram, tentukan (a) besar kecepatan buah mangga ketika tiba di tanah, (b) selang waktu buah mangga mencapai tanah.
Panduan jawaban :
Diketahui :
h = 10 m, g = 9,8 m/s2

Tidak perlu terkecoh dengan massa. Massa tidak diperhitungkan dalam gerak jatuh bebas.
2. Buah kelapa jatuh dari dahannya dan tiba di tanah dengan laju 20 m/s. Jika massa buah kelapa 20 gram, tentukan (a) selang waktu buah kelapa mencapai tanah, (b) berapa jarak dahan kelapa diukur dari permukaan tanah ? Selengkapnya

Pembahasan soal gerak vertikal ke atas

Label : Fisika SMA 

1. Sebuah bola dilemparkan vertikal ke atas dengan laju awal 20 m/s. Tentukan ketinggian maksimum yang dicapai bola.
Panduan jawaban :
Besaran vektor yang arahnya ke atas dipilih bernilai positif, besaran vektor yang arahnya ke bawah dipilih bernilai negatif. Posisi bola dilemparkan dipilih sebagai titik acuan.
Diketahui :
vo = 20 m/s (arah kecepatan awal ke atas – bola dilempar ke atas – karenanya positif)
vt = 0 m/s (laju pada ketinggian maksimum = 0 m/s)
g = – 9,8 m/s2 (arah percepatan gravitasi ke bawah karenanya negatif)
Ditanyakan : h
2. Sebuah kelereng dilemparkan vertikal ke atas dari sebuah puncak bangunan yang tingginya 100 meter dengan laju awal 20 m/s. Tentukan (a) waktu yang diperlukan untuk mencapai tanah (b) laju kelereng ketika menyentuh permukaan tanah.
Panduan jawaban :
Kita tetapkan tempat kelereng dilemparkan sebagai titik acuan; puncak bangunan merupakan titik acuan. Besaran vektor yang arahnya ke atas dipilih bernilai positif, besaran vektor yang arahnya ke bawah dipilih bernilai negatif. Selengkapnya

Pembahasan soal gerak vertikal ke bawah

Label : Fisika SMA 

1. Sebuah batu dilemparkan ke dalam sebuah sumur dengan kelajuan awal 5 m/s. Jika batu tercebur dalam air sumur setelah 4 sekon, tentukan (a) kelajuan batu saat mengenai air sumur, (b) kedalaman sumur
Panduan jawaban :
a) kelajuan batu saat mengenai air sumur
Diketahui :
vo = 5 m/s, t = 4 s, g = 9,8 m/s2
Ditanyakan : vt
b) kedalaman sumur
Diketahui :
vo = 5 m/s, t = 4 s, g = 9,8 m/s2
Ditanyakan : h
Dalam juga sumurnya ;)
2. Dari puncak bangunan setinggi 50 meter, sebuah bungkusan dilempar vertikal ke bawah dengan laju 10 m/s. Tentukan (a) Lamanya bungkusan mencapai tanah, (b) laju bungkusan sesaat sebelum menyentuh permukaan tanah, Selengkapnya

Pembahasan soal Gerak Parabola

Label : Fisika SMA 

1. Sebutir peluru ditembakkan pada arah horisontal dengan kecepatan awal sebesar 20 m/s. Jika pistol berada 5 meter di atas tanah, tentukan (a) lama peluru berada di udara (b) ketinggian maksimum yang dicapai peluru (c) jarak horisontal yang dicapai peluru (d) kecepatan peluru ketika mengenai permukaan tanah. Andaikan permukaan tanah datar
Panduan jawaban :
Gerak pada arah horisontal alias arah mendatar dianalisis seperti gerak lurus beraturan, gerak pada arah vertikal dianalisis seperti gerak jatuh bebas.
Diketahui :
vox = 20 m/s, voy = 0 m/s, h = 5 m, g = 9,8 m/s2
a) lama peluru berada di udara
Penyelesaiannya seperti menentukan selang waktu (t) pada pembahasan gerak jatuh bebas.
Diketahui : voy = 0 m/s, h = 5 m, g = 9,8 m/s2
Ditanyakan : t
b) ketinggian maksimum yang dicapai peluru
Ketinggian maksimum = h = 5 meter. Untuk soal seperti ini sebenarnya tidak perlu ditanyakan ketinggian maksimu, Selengkapnya 

Pembahasan soal Gerak Melingkar

Label : Fisika SMA

1. Satu putaran = 360o. Setengah putaran = …….. radian ?
Pembahasan :
2. 4 rad = …… o ?
Pembahasan :


3. 20 rpm = …….. rad/s ?
Pembahasan :
20 rpm = 20 putaran / menit = 20 putaran / 60 sekon = 0,3 putaran/sekon
1 putaran = 6,28 rad
0,3 putaran = 0,3 (6,28) = 1,9 rad
20 rpm = 1,9 rad/s
4. Berapa kelajuan sudut jarum menit jam dinding ?
Pembahasan :
Jarum menit melakukan satu putaran selama 1 jam. Kelajuan sudut jarum menit = 1 putaran/jam atau 360o/jam atau 6,28 rad/jam.
5. Jika jari-jari bumi = 6380 km, perkirakan kelajuan sudut rotasi bumi dan kelajuan tangensial manusia. Selengkapnya

Pembahasan soal Gerak Melingkar Beraturan

Label : Fisika SMA

1. Sebuah roda berputar dengan kelajuan sudut 100 rpm. Hitung kelajuan linear dan percepatan sentripetal suatu titik yang terletak pada 20 cm dari pusat roda !
Pembahasan :
a) Kelajuan linear titik yang terletak pada 20 cm (0,2 m) dari pusat roda
Cara pertama :
Kelajuan sudut = 100 rpm = 100 putaran / menit = 100 putaran / 60 sekon = 1,7 putaran / sekon. 1 putaran = 1 keliling = (2)(3,14)(0,2 m) = 1,256 m. 1,7 putaran = (1,7)(1,256 m) = 2,1 m. Kelajuan linear titik yang terletak 20 cm dari pusat roda = 2,1 m/s
Cara kedua :
Kelajuan sudut = 100 rpm = 100 putaran / menit = 100 putaran / 60 sekon = 1,7 putaran / sekon = (1,7)(6,28 rad) /sekon = 10,6 rad/s. Kelajuan linear = (jari-jari)(kelajuan sudut) = (0,2 m)(10,6 rad/s) = 2,1 m/s
b) Percepatan sentripetal titik yang terletak pada 20 cm (0,2 m) dari pusat roda
Cara pertama :
 
Cara kedua :
2. Sebuah roda yang berdiameter 100 cm melakukan 900 putaran setiap 60 detik. Hitung kelajuan tangensial dan percepatan sentripetal sebuah titik di tepi roda. Selengkapnya

Pembahasan soal Gerak Melingkar Berubah Beraturan

Label : Fisika SMA 
 
1.  Sebuah roda berjari-jari 0,3 meter yang pada mulanya diam, berputar dengan percepatan sudut sebesar 10 rad/s2. Tentukan (a) besar percepatan tangensial (b) besar percepatan sentripetal pada t = 1 s (c) besar percepatan tepi roda pada t = 1 s
Pembahasan :
Diketahui :
a) Besar percepatan tangensial
b) Besar percepatan sentripetal pada t = 1 s
 
c) Percepatan tepi roda pada t = 1 s

Rabu, 20 Juli 2011

Model Siklus Belajar Hipotetis Deduktif

Oleh: Gede Putra Adnyana
(Guru SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali)

Model siklus belajar pertama kali
dikembangkan oleh Robert Karplus dari Universitas California, Barkley tahun
1970-an. Karplus mengidentifikasi adanya tiga fase yang digunakan dalam model
pembelajaran ini yaitu preliminary exploration, invention, dan
discovery.
Berkaitan dengan tiga fase
dalam learning cycle, Charles Barman dan Marvin Tolman menggunakan
istilah exploration, concept introduction, dan concept application. Joseph
Abruscato menggunakan istilah exploration, concept acquisition, dan concept
application. Sedangkan Edmund
Marek menggunakan istilah exploration, term introduction, dan concept
application. Walaupun disebutkan dengan istilah yang berbeda, namun pada
dasarnya mempunyai makna yang sama. Bahkan, model siklus belajar yang terdiri
dari tiga fase tersebut selanjutnya dikembangkan dan diperinci kembali sehingga
muncullah model siklus belajar lima fase (5E) yang meliputi: engagement,
exploration, explanation, elaboration, dan evaluation (Dasna, 2004).

Siklus belajar dapat diklasifikasikan
menjadi tiga tipe, yaitu 1) deskriptif (descriptive),
2) empiris abduktif (empirical-abductive), Selengkapnya

Selasa, 19 Juli 2011

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan Sosial Program Pembinaan SKM-PBKL-PSB SMA Tahun 2011

Sejalan dengan pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang didukung dengan sejumlah peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang pemberlakuan 8 (delapan) SNP, maka Pemerintah perlu memetakan sekolah berdasarkan tingkat pemenuhan SNP yaitu sekolah yang sudah atau hampir memenuhi SNP dan sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan.
Terkait dengan pemetaan tersebut, Pemerintah mengkategorikan sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP ke dalam kategori mandiri, dan sekolah yang belum memenuhi SNP ke dalam kategori standar. Berbagai upaya ditempuh agar alokasi sumberdaya Pemerintah dan Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk membantu sekolah/madrasah yang masih dalam kategori standar untuk bisa meningkatkan diri menuju kategori mandiri.
Untuk merealisasikan kebijakan dimaksud, sejak tahun 2010 Direktorat Pembinaan SMA telah melaksanakan program pembinaan SKM-PBKL-PSB di 132 SMA, dan pada tahun 2011 program tersebut akan tetap dilanjutkan. Sebagai salah satu bentuk dukungan dalam pelaksanaan program pembinaan SKM-PBKL-PSB di 132 SMA dimaksud, Direktorat Pembinaan SMA memberikan dana bantuan sosial kepada setiap sekolah pelaksana. Selengkapnya

Permendiknas No. 21 tahun 2011 Tentang PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL PROGRAM PAKET A/ULA, PROGRAM PAKET B/WUSTHA, PROGRAM PAKET C, DAN PROGRAM PAKET C KEJURUAN TAHUN 2011

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL PROGRAM PAKET A/ULA, PROGRAM PAKET B/WUSTHA, PROGRAM PAKET C, DAN PROGRAM PAKET C KEJURUAN TAHUN 2011.

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Program Paket A/Ula adalah pendidikan dasar enam tahun pada jalur pendidikan nonformal termasuk pondok pesantren salafiyah.
2. Program Paket B/Wustha adalah pendidikan dasar tiga tahun pada jalur pendidikan nonformal pondok pesantren salafiyah.
3. Program Paket C adalah pendidikan menengah tiga tahun pada jalur pendidikan nonformal.
4. Program Paket C Kejuruan adalah pendidikan menengah tiga tahun yang memiliki beberapa macam kompetensi keahlian pada jalur pendidikan nonformal.
5. Ujian Nasional Program Paket A/Ula, Program Paket B/Wustha, Program Paket
C, dan Program Paket C Kejuruan yang selanjutnya disebut UNPP adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik Program Paket A/Ula, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan yang dilakukan oleh Pemerintah secara nasional. Selengkapnya

Bimbingan Teknis SNP/KTSP Tk. Kab/Kota Th. 2011 90 Lokasi SMA

Dalam rangka pelaksanaan Bimbingan Teknis Standar Nasional Pendidikan/Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bintek SNP/KTSP) tahun 2011,  Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah akan melaksanakan kegiatan Bintek SNP/KTSP tingkat Kab/Kota yang akan diselenggarakan di 90 lokasi/SMA, tersebar di 90 Kabupaten/Kota, 33 Provinsi.
Sehubungan dengan kegiatan dimaksud, bersama ini kami  sampaikan  hal-hal sebagai berikut:
1.    Jadwal Pelaksanaan
  1. Bintek SNP/KTSP Tk. Kab/Kota dilaksanakan secara bertahap antara tanggal 18 Juli sampai dengan 30 Oktober 2011.
  2. Bintek di setiap lokasi dilaksanakan selama 3 (tiga) hari efektif

2.    Tujuan Bintek SNP/KTSP
  1. Memantapkan pemahaman peserta tentang berbagai kebijakan teknis, program Direktorat Pembinaan SMA dalam rangka peningkatan mutu SMA pada tahun 2011.
  2. Meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta tentang berbagai program dan strategi implementasi pembinaan SMA dalam upaya mendukung implementasi KTSP dan percepatan pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP).
  3. Meningkatkan pemahaman peserta terhadap substansi/materi bintek dan sekaligus mampu mendesiminasikan hasil bintek kepada berbagai pihak yang memerlukan mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan sekolah, baik di lingkungan wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Selengkapnya