Pendidikan Harus Sasar Anak-anak dan Remaja
"Akan banyak anak-anak yang terselamatkan jika mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi bencana," kata Country Director Plan Indonesia John McDonough berkaitan dengan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional yang diperingati setiap 13 Oktober, di Jakarta, Rabu (13/10/2011).
Di Indonesia, dalam konteks bencana Merapi di DI Yogyakarta tahun 2010, lebih dari 300.000 penduduk terkena dampak bencana. Sekitar 100.000 di antaranya adalah anak-anak.
Awal tahun ini, Plan International bersama dengan Strategi Internasional PBB untuk Pengurangan Bencana (UNISDR) meluncurkan Piagam Anak-anak untuk Pengurangan Risiko Bencana (Childrens Charter for Disaster Risk Reduction).
Piagam ini menyoroti lima prioritas yang teridentifikasi, melalui konsultasi dengan lebih dari 600 anak di 21 negara, yakni pendidikan, perlindungan anak, akses terhadap informasi dasar, infrastruktur yang aman, serta bantuan dan rekonstruksi yang harus membantu mengurangi risiko masa depan. Selengkapnya Kunci Sukses Membuat "Motivation Statement"
Yanuar Nugroho, yang pernah tergabung dalam tim penyeleksi beasiswa di Indonesia dan sempat menyeleksi aplikasi beasiswa di Manchester University, Inggris, mengungkapkan, ada dua hal yang harus dimunculkan saat Anda menulis motivation statement. Dua hal itu adalah karakteristik dan kompetensi.
Menurut dia, dalam karakter yang dinilai adalah apakah Anda bisa belajar mandiri, apakah Anda punya “nilai jual”, dan apakah dengan mendapatkan beasiswa, Anda dapat berpengaruh dalam lingkungan Anda.
Sementara itu, untuk kompetensi, lebih kepada kewajiban dan kesungguhan Anda menyelesaikan studi tersebut.
“Kompetensi, Anda diberi uang (beasiswa), Anda harus lulus,” kata Yanuar. Selengkapnya Bimbingan Belajar, Perlukah?
Maklum, biaya masuk bimbel tak murah, bisa mencapai jutaan rupiah. Ini artinya sama atau malah lebih mahal dari bayaran uang sekolah di SMA negeri dan swasta kelas menengah selama setahun. Duuuuh….
Bimbel bukan barang baru bagi dunia pendidikan di negara kita. Coba tanyakan soal bimbel kepada tante, om, atau orangtua, pasti minimal mereka pernah mendengarnya.
Sejak sekitar akhir 1970-an, bimbel sudah ada di kota besar seperti Jakarta. Tetapi, waktu itu bimbel sebatas ajang melatih siswa SMA yang akan mengikuti tes masuk ke perguruan tinggi. Salah satu bimbel yang dikenal pada zaman itu adalah Siky Mulyono.
Pada 1990-an, keberadaan bimbel semakin menjamur. Sasaran mereka tidak hanya menjaring lulusan SMA yang akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi mulai menarik pelajar kelas III SMA guna menyiapkan mereka mengikuti ujian nasional (UN).Selengkapnya