S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Selasa, 11 Oktober 2011

Zat Penyedap Rasa (Alami dan Sintesis/Buatan)

Label : Kimia 
 
Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam rempah-rempah yang dipakai untuk meningkatkan cita rasa makanan, seperti cengkeh, pala, merica, ketumbar, cabai, laos, kunyit, bawang, dan masih banyak lagi yang lain. Melimpahnya ragam rempah-rempah ini merupakan salah satu sebab yang mendorong penjajah Belanda dan Portugis tempo dulu ingin menguasai Indonesia. Jika rempah-rempah dicampur dengan makanan saat diolah, dapat menimbulkan cita rasa tertentu pada makanan.
        
Selain zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, ada pula yang berasal dari hasil sintesis bahan kimia. Berikut ini beberapa contoh zat penyedap cita rasa hasil sintesis, Selengkapnya

Limbah Tahu Cair Menjadi Biogas

Label : kimia

Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Proses produksi tahu menhasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cairan. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Selengkapnya

Rabu, 05 Oktober 2011

Contoh Proposal PTK MATA PELAJARAN KIMIA

A.  JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII   TERHADAP     PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KOMPUTASI

B.  BIDANG ILMU : PENDIDIKAN KIMIA

C.  PENDAHULUAN

Dewasa ini kesejahteraan bangsa bukan hanya bersumber pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik,  melainkan juga pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan.  Dengan demikian, tuntutan untuk terus memutakhirkan pengetahuan sains menjadi suatu keharusan.  Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar mutu yang tinggi, karena industri baru dikembangkan dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi (Puskur Diknas, 2003).
Mutu pendididikan IPA, berkaitan dengan banyak faktor antara lain kompetensi guru, efektivitas proses pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan serta tingkat motivasi belajar siswanya.  Namun pada kenyataannya dalam dunia pendidikan memperlihatkan bahwa pembelajaran pada umumnya bersifat ekspositoris, verbalistik dan cenderung hanya menggunakan papan tulis, kurang upaya untuk melakukan demonstrasi, eksperimen dan bentuk peragaan lainnya dalam pembelajaran (Firman,H., 2000).  Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap yang positif pada diri siswa terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.  Salah satu materi pokok yang banyak kaitannya dengan kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dalam silabus kimia adalah Sifat Koligatif Larutan dan Elektrokimia. Selengkapnya

Cara menimbang Menggunakan Neraca Digital

Label : Kimia 
Neraca digital merupakan alat yang sering ada dalam laboratorium yang digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan. Neraca digital berfungsi untuk membantu mengukur berat serta cara kalkulasi fecare otomatis harganya dengan harga dasar satuan banyak kurang. Cara kerja neraca digital hanya bisa mengeluarkan label, ada juga yang hanya timbul ditampilkan layar LCDnya (Mansur, 2010).
Kita mengenal neraca digital sebagai alat ukur untuk satuan berat. Dibandingkan dengan neraca jaman dulu yang masih menggunakan neraca analog atau manual, neraca digital memiliki fungsi lebih sebagai alat ukur, diantaranya neraca digital lebih akurat, presisi, akuntable (bisa menyimpan hasil dari setiap penimbangan) (Timbangandigital, 2010). Selengkapnya

Selasa, 04 Oktober 2011

Bentuk Molekul (Teori VSEPR)

Label : Kimia 
 
Teori Tolakan pasangan elektron (VSEPR) akan menjelaskan susunan elektron dalam suatu atom yang berikatan. Posisi elektron ini akan mempengaruhi bentuk geometri molekulnya.Geometri (bentuk) molekul adalah gambaran tentang susunan atom-atom dalam molekul berdasarkan susunan ruang pasangan elektron atom dalam pusat dalam molekul, pasangan elektron ini baik yang berikatan maupun yang bebas.
Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pain Repulsion) yaitu teori tolak menol
ak pasangan – pasangan elektron pada kulit terluar atom pusat. Teori ini menekankan pada kekuatan tolak menolak diantara pasangan - pasangan elektron pada atom pusat urutan kekuatannya adalah sebagai berikut :
Pasangan Elektron Ikatan (PEI) ; Pasangan Elektron Bebas (PEB), sehingga kekuatan tolakan antara PEI vs PEI< PEI vsPEB < PEB vs PEB.
Dari Tabel tabel diatas dapat dijelaskan bahwa apabila dalam membentuk ikatan terdapat 2 pasang elektron, maka bentuk molekul yang stabil adalah linear, hal ini karena pada molekul tersebut tolakan minimum terjadi pada sudut 1800. Sedangkan apabila terdapat 3 pasang elektron tolakan minimum terjadi apabila  sudut ikatan yang dibentuk adalah 1200, Selengkapnya

Bentuk Orbital (s, p, d dan f)

Label : Kimia 

Setiap subkulit disusun oleh satu atau lebih orbital dan setiap orbital mempunyai bentuk tertentu. Adapun bentuk oebital di tentukan oleh bilangan kuantum azimut.Perhatikan gambar bentuk-bentuk orbital berdasarkan harga l (bilangan kuantum azimut).




Orbital s yang berbentuk bola tidak menunjukan arah ruang tertentu karena kebolehjadian ditemukan elektron dengan bentuk ini berjarak sama jauhnya ke segala arah dari inti atom.
Inti atom terdapat pada pusat bola. Perhatikanlah gambar arah ruang orbital s berikut ini, Selengkapnya

Contoh RPP kimia Berkarakter (Eksplorasi. Elaborasi konfirmasi)

RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
(Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit)


SEKOLAH
:
SMA
MAPEL
:
Kimia
KELAS /SMT
:
X / 2
WAKTU
:
6 x 45 menit (3 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi                      :
3. Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
.
                                      
B. Kompetensi Dasar            
3.1 Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
  1. Pertemuan 1
Ø Mengidentifikasi sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit  melalui  percobaan
  1. Pertemuan 2
Ø Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit dan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
Ø Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik
Ø Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
3.      Pertemuan 3
Ø Menentukan harga α (derajat Ionisasi) pada larutan elektrolit
Ø Menjelaskan Aplikasi larutan elektrolit  dan non elektrolit dalam kehidupan sehari -hari, Selengkapnya 

Contoh Evaluasi yang dilampirkan pada RPP

Evaluasi 
(Penilaian Kognitif, Afektif, Karakter dan Psikomotor)
 
 
1.  Kognitif
     a.  Tugas Terstruktur
          Kerjakan soal-soal berikut secara baik dan benar!
1.    Determine the electrons configuration and 4 quantum number of end electron of the atoms which have:
       a.     27 mass number and 14 neutron
       b.     56 mass number and 30 neutron
2..   Suatu ion X2+ mempunyai elektron sebanyak 27. Massa dari unsur tersebut sebesar 64.
              Tentukan:
a.        banyaknya proton, neutron, dan elektron dalam atom X!
b.        konfigurasi elektron untuk ion X2+ dan atom X!
c.        banyaknya orbital yang telah terisi elektron dalam atom X!
d.        letak unsur X dalam tabel periodik! Selengkapnya

Unsur–unsur Dalam Kehidupan Sehari-hari

Label : Kimia 
 
Beberapa unsur kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan banyak manfaat pula yang telah kita peroleh dari unsur-unsur tersebut !

A. UNSUR-UNSUR LOGAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pada umumnya, logam-logam terkandung dalam batuan sebagai senyawa yang disebut mineral/ bijih logam, contoh : Hematit (Fe2O3), Bauksit (Al2O3.2H2O), Kalkopirit (CuFeS2).
Untuk memperoleh logam dari bijihnya/ mineral, dilakukan proses sebagai berikut :
1.      Pemekatan bijih
Yaitu pemisahan bijih logam dari batu-batuan lain yang tidak berguna
2.      Pemanggangan
Yaitu mengubah logam menjadi oksidanya. Selengkapnya

Senin, 03 Oktober 2011

Trematoda (Cacing Hisap)

platyhelm_trematoda_clonorchisLabel : Biologi
Clonorchis sinensis
 
Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap. Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya makanya disebut pula cacing hisap. Pasa saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.
Dengan demikian maka Trematoda merupakan hewan parasit
karena merugikan dengan hidup di tubuh organisme hidup dan mendapatkan makanan tersedia di tubuh inangnya. Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus,paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata .Ternak , Ikan , Manusia Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikulaPermukaan tubuhnya tidak memiliki silia. Contoh Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica). Selengkapnya

Kunci Determinasi

Label : Biologi 
 
Kunci Determinasi itu semacam kamus gambar/ deskripsi ciri mahkluk hidup yang memuat semua mahkluk hidup , yang dibuat untuk mempermudah penggolongan mahkluk hidup dan mengetahui nama mahkluk hidup tersebut . OK
Agar jelas langsung tak beri contoh kasus dengan imaginasi kita tentang hewan . tumbuhan yang akan dicocokkan dengan kamus tersebut (kuncinya)
 
Kunci dikotom filum Arthropoda :
1a. Tubuh terbagi menjadi menjadi kepala, dada dan perut ......... Insekta
1b. Tubuh tidak terbagi menjadi kepala, dada dan perut ............. 2
2a. Tubuh terbagi menjadi kepala dada bersatu dan perut .................3
2b. Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan beruas-ruas ................ 4
3a. Pada kepala dada terdapat 4 pasang kaki .................... ... Arachnida
3b. Pada kepala dada terdapat 5 pasang kaki jalan ................ Crustacea, Selengkapnya

Kamis, 29 September 2011

Bagaimanakah Peran Sekolah Menghasilkan Mutu Siswa ?

Berbagai Fenomena mutu prestasi siswa yang berhasil saya rangkum sebagai berikut :
1. Amerika Serikat (Coleman, 1966)
  • Siswa yang berprestai tinggi dieskolah, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan hidupnya berhasil adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tinggi
  • Siswa yang prestasinya rendah, tidak mampu belajar di sekolah, drop out, tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak mempunyai motivasi belajar adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya rendah.
2. Inggris (Robbins, 1962)
  • Hampir semua siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya mempunyai profesi yang tinggi.
  • Hanya 2% siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya tidak  mempunyai kecakapan / pendidikan yang memadai. Selengkapnya

Rabu, 28 September 2011

Pendidik dan Peneliti di Sekolah

Netsains.Com – Secara umum, manusia dapat belajar melalui media apa saja yang ada di sekitarnya. Misalnya jika seseorang ingin membuat “nasi uduk”, nasi khas jakarta, sekarang cukup dengan mengklik situs bersangkutan di internet atau membaca artikel di berbagai media. Tetapi keahlian seseorang membuat “nasi uduk” akan berbeda jika dia belajar kepada ahli “nasi uduk”.
Demikian pula halnya di bidang pengajaran. Metode mengamati langsung, mendengar langsung adalah metode yang paling mudah untuk dicerna dan dipraktekkan ulang. Pembelajaran biologi misalnya akan lebih mudah dimengerti oleh siswa jika dipraktekkan, atau contohnya ada di depan mata. Kita sudah mengakui ini sebagai metode pembelajaran siswa yang lebih baik daripada sekedar duduk tenang mendengarkan cerita guru di dalam kelas. Oleh karenanya metode belajar seperti ini pun patut digalakkan kembali di kalangan guru. Melalui proses belajar seperti itu, guru belajar menjadi pendidik dan sekaligus peneliti yang baik. Mungkin ilustrasi diatas adalah contoh lain yang menunjukkan bahwa sebenarnya guru memiliki peran sebagai pendidik sekaligus peneliti, yang apabila diterapkan akan berdampak positif terhadap siswa yang bersangkutan. Selengkapnya

Selasa, 27 September 2011

Pengangkutan Zat Melalui Xylem

Label : Biologi 

Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi :
  1. Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
  2. Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horisontal. Di dalam akar pengangkutan ini melalui :
     bulu akar --> epidermis  --> korteks  -->  endodermis -->  xylem.
    
Penganngkutan ekstravaskluler dibedakan : 
  • Transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan (dinding sel dan ruang antar sel)
  • Transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan (sitoplasma dan vakoula). Selengkapnya

Transportasi Pada Tumbuhan

Label : Biologi

Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan tingkat rendah (misal ganggang) penyerapan air dan zat hara yang terlarut di dalamnya dilakukan melalui seluruh bagian tubuh. Pada tumbuhan tingkat tinggi (misal spermatophyta) proses pengangkutan dilakukan pembuluh pengangkut yang terdiri dari xylem dan phloem.

Tumbuhan memperoleh bahan dari lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan unsur hara. Kecuali gas O2 dan CO2  zat diserap dalam bentuk larutan ion. Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung karena adanya proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor aktif.

  • Imbibisi : merupakan penyusupan atau peresapan air ke dalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan mengembang.  Misal masuknya air pada biji saat berkecambah dan biji kacang yang direndam dalam air beberapa jam
  • Diffusi : gerak menyebarnya molekul dari daerah konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik). Misal pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 saat pernafasan, penyebaran setetes tinta dalam air.
  • Osmosis : proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermiabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Keadaan tegang yang timbul antara dinding sel dengan dinding isi sel karena menyerap air disebut turgor, sedang tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor. Untuk sel tumbuhan bersifat selektif semipermiabel. Setiap sel hidup merupakan sistem osmotik. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel, air dalam sel akan terhisap keluar sehingga menyebabkan sel mengkerut. Peristiwa ini disebut plasmolisis. 

Transpor aktif : pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula. Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Misal perpindahan air dari korteks ke stele. 

 

Pengangkutan Zat Melalui Phloem

Label : Biologi

Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/ amilum/ pati. Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi.

Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati phloem dapat dilihat dari pada proses pencangkokan. Batang yang telah kehilangan kulit (phloem) mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu basah.

Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya. Pada umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen, yaitu :

  • Buluh tapis
  • Sel pengiring
  • Parenkim phloem
  • Serabut-serabut