S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Senin, 03 Oktober 2011

Trematoda (Cacing Hisap)

platyhelm_trematoda_clonorchisLabel : Biologi
Clonorchis sinensis
 
Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap. Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya makanya disebut pula cacing hisap. Pasa saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.
Dengan demikian maka Trematoda merupakan hewan parasit
karena merugikan dengan hidup di tubuh organisme hidup dan mendapatkan makanan tersedia di tubuh inangnya. Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus,paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata .Ternak , Ikan , Manusia Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikulaPermukaan tubuhnya tidak memiliki silia. Contoh Trematoda adalah cacing hati (Fasciola hepatica). Selengkapnya

Kunci Determinasi

Label : Biologi 
 
Kunci Determinasi itu semacam kamus gambar/ deskripsi ciri mahkluk hidup yang memuat semua mahkluk hidup , yang dibuat untuk mempermudah penggolongan mahkluk hidup dan mengetahui nama mahkluk hidup tersebut . OK
Agar jelas langsung tak beri contoh kasus dengan imaginasi kita tentang hewan . tumbuhan yang akan dicocokkan dengan kamus tersebut (kuncinya)
 
Kunci dikotom filum Arthropoda :
1a. Tubuh terbagi menjadi menjadi kepala, dada dan perut ......... Insekta
1b. Tubuh tidak terbagi menjadi kepala, dada dan perut ............. 2
2a. Tubuh terbagi menjadi kepala dada bersatu dan perut .................3
2b. Tubuh terbagi menjadi kepala dan badan beruas-ruas ................ 4
3a. Pada kepala dada terdapat 4 pasang kaki .................... ... Arachnida
3b. Pada kepala dada terdapat 5 pasang kaki jalan ................ Crustacea, Selengkapnya

Kamis, 29 September 2011

Bagaimanakah Peran Sekolah Menghasilkan Mutu Siswa ?

Berbagai Fenomena mutu prestasi siswa yang berhasil saya rangkum sebagai berikut :
1. Amerika Serikat (Coleman, 1966)
  • Siswa yang berprestai tinggi dieskolah, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan hidupnya berhasil adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tinggi
  • Siswa yang prestasinya rendah, tidak mampu belajar di sekolah, drop out, tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak mempunyai motivasi belajar adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya rendah.
2. Inggris (Robbins, 1962)
  • Hampir semua siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya mempunyai profesi yang tinggi.
  • Hanya 2% siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya tidak  mempunyai kecakapan / pendidikan yang memadai. Selengkapnya

Rabu, 28 September 2011

Pendidik dan Peneliti di Sekolah

Netsains.Com – Secara umum, manusia dapat belajar melalui media apa saja yang ada di sekitarnya. Misalnya jika seseorang ingin membuat “nasi uduk”, nasi khas jakarta, sekarang cukup dengan mengklik situs bersangkutan di internet atau membaca artikel di berbagai media. Tetapi keahlian seseorang membuat “nasi uduk” akan berbeda jika dia belajar kepada ahli “nasi uduk”.
Demikian pula halnya di bidang pengajaran. Metode mengamati langsung, mendengar langsung adalah metode yang paling mudah untuk dicerna dan dipraktekkan ulang. Pembelajaran biologi misalnya akan lebih mudah dimengerti oleh siswa jika dipraktekkan, atau contohnya ada di depan mata. Kita sudah mengakui ini sebagai metode pembelajaran siswa yang lebih baik daripada sekedar duduk tenang mendengarkan cerita guru di dalam kelas. Oleh karenanya metode belajar seperti ini pun patut digalakkan kembali di kalangan guru. Melalui proses belajar seperti itu, guru belajar menjadi pendidik dan sekaligus peneliti yang baik. Mungkin ilustrasi diatas adalah contoh lain yang menunjukkan bahwa sebenarnya guru memiliki peran sebagai pendidik sekaligus peneliti, yang apabila diterapkan akan berdampak positif terhadap siswa yang bersangkutan. Selengkapnya

Selasa, 27 September 2011

Pengangkutan Zat Melalui Xylem

Label : Biologi 

Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi :
  1. Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
  2. Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horisontal. Di dalam akar pengangkutan ini melalui :
     bulu akar --> epidermis  --> korteks  -->  endodermis -->  xylem.
    
Penganngkutan ekstravaskluler dibedakan : 
  • Transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan (dinding sel dan ruang antar sel)
  • Transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan (sitoplasma dan vakoula). Selengkapnya

Transportasi Pada Tumbuhan

Label : Biologi

Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan tingkat rendah (misal ganggang) penyerapan air dan zat hara yang terlarut di dalamnya dilakukan melalui seluruh bagian tubuh. Pada tumbuhan tingkat tinggi (misal spermatophyta) proses pengangkutan dilakukan pembuluh pengangkut yang terdiri dari xylem dan phloem.

Tumbuhan memperoleh bahan dari lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan unsur hara. Kecuali gas O2 dan CO2  zat diserap dalam bentuk larutan ion. Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung karena adanya proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor aktif.

  • Imbibisi : merupakan penyusupan atau peresapan air ke dalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan mengembang.  Misal masuknya air pada biji saat berkecambah dan biji kacang yang direndam dalam air beberapa jam
  • Diffusi : gerak menyebarnya molekul dari daerah konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik). Misal pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 saat pernafasan, penyebaran setetes tinta dalam air.
  • Osmosis : proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermiabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Keadaan tegang yang timbul antara dinding sel dengan dinding isi sel karena menyerap air disebut turgor, sedang tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor. Untuk sel tumbuhan bersifat selektif semipermiabel. Setiap sel hidup merupakan sistem osmotik. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel, air dalam sel akan terhisap keluar sehingga menyebabkan sel mengkerut. Peristiwa ini disebut plasmolisis. 

Transpor aktif : pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula. Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Misal perpindahan air dari korteks ke stele. 

 

Pengangkutan Zat Melalui Phloem

Label : Biologi

Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/ amilum/ pati. Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi.

Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati phloem dapat dilihat dari pada proses pencangkokan. Batang yang telah kehilangan kulit (phloem) mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu basah.

Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya. Pada umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen, yaitu :

  • Buluh tapis
  • Sel pengiring
  • Parenkim phloem
  • Serabut-serabut

 

Filum-filum Hewan Invertebrate

  • Label : Biologi

  • Filum Protozoa
Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual/ generatif konjugasi.

Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas:

  1. Kelas hewan berambut getar (cikata)
  2. Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
  3. Kelas hewan berspora (sporozoa)
  4. Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato), Selengkapnya

Hewan Invertebrata

Label : Biologi
 
1. Pengertian

Hewan Invertebrata adalah yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang punggung/belakang, juga sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan invertebrata.


 
2. Filum-filum hewan invertebrate 

  • Filum Protozoa
Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual/ generatif konjugasi. Selengkapnya

Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata

         Label : Biologi

  • Sistem pencernaan pada hewan protozoa

Misalnya pada amoeba merupakan hewan bersel satu segala aktivitas hidupnya terjadi di dalam sel itu sendiri. Demikian juga pencernaan makanan terjadi di dalam sel, disebut pencernaan indra sel.

Pada waktu amoeba mendapatkan makanan segera amoeba membentuk kaki semu yang mengarah kepada makanan selanjutnya dikelilingi kaki semu kemudian makanan tersebut dibawa ke protoplasma. Dalam protoplasma yang mengandung makanan yang menghasilkan enzim pencernaan. Dalam rongga makanan tersebut terjadi pencernaan makanan. Makanan yang telah dicerna yang berupa sari makanan diserap dari sisa-sisa makanan dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Selengkapnya

Laporan Praktikum Ilmu dan Teknologi Telur

PENGAMATAN KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR SEGAR

Label : Biologi 

Latar belakang

Kualitas telur merupakan factor yang terpenting dalam pemasaran karena berkaitan erat dengan selera konsumen, baik kualitas telur utuh yang segar maupun telur awetan maupun telur awetan atau olahan. Pada telur utuh segar yang perlu diperhatikan kualitas eksternalnya yaitu: ukuran telur, bentuk oval, warna kerabang, tekstur kerabang halus, tidak ada kelainan-kelainan, dan bersih dari kotoran kandang.
Sedangkan kualitas internalnya bila diteropong, ruang udaranya relative kecil, tidak mengalami perubahan isi didalamnya dan posisi kuning telur berada ditengah. Apabila dilakukan pemeriksaan dengan memecah kerabang telur, maka didapatkan nilai indeks putih dan kuning telur tinggi serta putih telurnya kental dan jernih dengan nilai HU > 70. Selengkapnya

Pengamatan Kualitas Susu

Susu merupakan salah satu pangan yang tinggi kandungan gizinya, bila ditinjau dari kandungan protein, lemak, mineral dan beberapa vitamin. Dalam memenuhi kebutuhan protein, terutama pada kasus penderita gizi buruk, susu merupakan pilihan pertama. Sehingga ketersediaan susu perlu diperhatikan untuk memenuhi angka kecukupan gizi yang dianjurkan.
Akan tetapi, susu juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Usaha memenuhi ketersediaan susu harus disertai dengan usaha meningkatkan kualitas dan keamanan produk susu, karena seberapa pun tinggi nilai gizi suatu pangan tidak akan ada artinya apabila pangan tersebut berbahaya bagi kesehatan.

Susu merupakan salah satu produk hasil ternak dengan kandungan gizinya yang tinggi yang diperlukan agar sehat. Susu fermentasi atau lebih dikenal sebagai yoghurt, juga merupakan salah satu produk olahan susu yang semakin populer. Mutu yoghurt, termasuk rasa, aroma dan keawetannya, ditentukan oleh jenis dan mutu bahan baku dan jenis bakteri fermenter (Tamine dan Robinson, 1988 dalam Setiyanto, Selengkapnya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Biologi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Biologi  

a.    Faktor Intern
Dapat berupa intelegensi, perhatian, bakat, minat, motivasi, kematangan, kesiapan.

(1)    Perhatian
Menurut Al-Ghazali (2001) dalam Slameto (2003) bahwa perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi jiwa itupun bertujuan semata-mata kepada suatu benda atau hal (objek) atau sekumpulan obyek.

(2)    Bakat

Menurut Hilgard dalam Slameto (2003) bahwa bakat adalah the capacity to learn. Dengan kata lain, bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu akan terealisasi pencapaian kecakapan yang nyata sesudah belajar atau terlatih. Kemudian menurut Muhibbin Syah (2003) bahwa bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Selengkapnya

Model Torso

Model  Torso - Mata pelajaran IPA Biologi di SMP mempelajari pola-pola interaksi komponen-komponen yang ada di dalam serta upaya manusia untuk mempertahankan keberadaanya di bumi. Materi IPA di SMP yang sangat kompleks, cenderung abstrak dan begitu dekat dengan kehidupan siswa, menuntut gambaran yang kongkrit serta pengalaman langsung melalui pengamatan, penguraian dan penggolongan objek dengan memaksimalkan seluruh indera yang ada, baik indera penglihatan, pendengaran, maupun peraba (Hamalik, 1994).


 Untuk memperoleh gambaran yang kongkrit serta pengalaman langsung diperlukan alat peraga yang berfungsi untuk membantu mengkonkretkan pengalaman atau pengertian dalam proses belajar mengajar. Peragaan adalah mewujudkan bahan yang diajarkan secara nyata baik dalam bentuk asli maupun tiruan sehingga siswa lebih memahami apa yang disampaikan guru (Nurbatni, 2005) Selengkapnya

Algoritma Genetika

Algoritma genetika adalah suatu algortima pencarian yang menerapkan proses evolusi biologi dengan tujuan untuk menemukan solusi terbaik dari suatu Masalah.  Istilah-istilah yang sering digunakan pada algoritma genetika adalah gen, kromosom, populasi, generasi, dan fitness.  Gen adalah rangkaian yang membentuk suatu kromosom, kromosom menyatakan suatu solusi dari masalah, populasi adalah kumpulan dari kromosom-kromosom dengan ukuran yang telah ditentukan, dan generasi menyatakan keturunan.  Fungsi tujuan yang biasa dipakai pada algoritma genetik adalah fungsi fitness, yaitu fungsi yang menyatakan kekuatan dari suatu kromosom.

Ide dasar dari algoritma ini adalah membentuk suatu populasi awal secara acak, yang akan diproses melalui tiga operator dasar dari algoritma genetika, sehingga menghasilkan populasi baru untuk generasi berikutnya.  Tiga operator dasar tersebut adalah: reproduksi, crossover, dan mutasi.  Reproduksi digunakan untuk menyeleksi kromosom-kromosom yang akan diproses, crossover digunakan untuk mengawinkan pasangan kromosom sehingga menghasilkan kromosom-kromosom baru, dan mutasi digunakan untuk mengubah satu atau lebih gen pada suatu kromosom. Selengkapnya

Senin, 26 September 2011

Perancangan Matang Untuk Eksperimen

“Never start an experiment without a proper preparation”. Kira-kira seperti itulah, nasihat yang diberikan setiap pembimbing kepada para student. Dan telah menjadi rahasia umum bahwa perencanaan yang matang akan memberikan hasil yang lebih baik.
Hari ini, mungkin kesekian kalinya saya mendapatkan “ceramah” dari pembimbing di laboratorium. Secara khusus, mungkin apa yang saya ungkapkan di awal dan kemudian, lebih reliable untuk mereka yang bekerja di laboratorium. Riset merupakan sebuah kegiatan dan pekerjaan yang tidak mudah. Riset merupakan kegiatan dimana kita mencoba mencari jawaban atas sebuah pertanyaan melalui satu atau dua bahkan lebih cara.
Di dalam laboratorium, dimana kegiatan seperti saya contohkan adalah biologi molekuler, memerlukan atensi lebih. Seperti Dr. Endang Semiarti (Dosen Fak. Biologi UGM, Ahli Kultur Jaringan Tanaman Anggrek) pernah mengungkapkan kepada saya, bahwa “riset biologi molekuler tidak jauh berbeda dengan para pemburu hantu,Selengkapnya