S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Jumat, 19 Agustus 2011

Pesan Perdamaian Nuzulul Quran

Di Indonesia, tanggal 17 Ramadhan lazim diperingati sebagai Nuzulul Qur'an. Ceramah-ceramah, diskusi diskusi, pengajian-pengajian biasnya membahas tepa-tema berkaitan dengan Al Quran dan hikmahnya bagi kehidupan umat manusia. Tidak ketinggalan pula kisah kisah enakjubkan dan penuh mukjizat.
Al Qur'an sendiri mengisahkan turunnya Al Quran sebagai mana tercantum pada ayat-ayat berikut :
إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ
QS Ad-Dhuhan:3, “Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.
1, ”Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”.
dan pada
Ayat ayat di atas dari surat yang berbeda (Ad Dhuhan dan Al Qodar), sama sama menceriterakan malam Turunnya al Quran. Malam itu disebut sebagai malam kemuliaan dan juga disebut malam penuh berkah .
Tulisan ringkas berikut mencoba mengambil hikmah dari penggambaran turunnya al quran unmtuk diambil pelajarannya bagi kita dalam menciptakan kehidupan yang kurang lebih senilai dengan hikmah ayat ayat diatas. Ditengah kehidupan dunia yang penuh gonjang-ganjing, kekerasan, ekploitasi dan sejenisnya, memahami apa yang terseriat dalam penggambaran wahyu diharapkan mampu menjadi "impian" bagi kehidupan bersama sebagaimana diharapkan oleh setiap manusia. Selengkapnya

Senin, 15 Agustus 2011

Berfikir Holistik Tentang Kesehatan Holistik

"recent research in US has claimed that adverse hospital each year, making them one of the leading causes of death" (Dr. Trisha Macnoir, bbc.co.uk/health/futures/side)
Gaya hidup materialism telah menjebak manusia dalam lingkaran setan ketiodak menentuan bahkan ancaman kehancuran. Sejak tidak terkontrolnya konsumsi enargi, yang sangat tergantung pada jasa bahan bahan fosil yang menghasilkan tumpukan gas rumah kaca sebagai mantel atmosfir, membuat bumi makin panas. Bumi yang makin panas ini mendorong pola hidup serba AC, Peningkatan Penggunaan Freon, dan sejenisnya.
Dari “kepanasan” manusia terjebak untuk mencari “yang serba dingin” dengan menggali lubang dari lapisan pelindung atmosfirnya, karena zat-zat yang digunakan sebagai “pendingin” ternyata dalam proses lanjutnya berlaku sebagai penggali lubang ozon yang sangat diperlukan bagi kehidupan di muka bumi. Selengkapnya

Membangun Karakter = Membangun Mindset

Jiwa Yang Tenang (Annafsu Almuthmainnah) adalah satu-satunya jiwa (Diri) yang dipanggil mesra memasuki surga, Berikut panggilan mesra itu yang terdapat dalam Al Qur'an, surat Al Fajr :
" Wahai jiwa yang tenang (an nafsu al muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridlo dan ridloi, maka masuklah ke dalam golongan hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku".
Untuk memperoleh jiwa yang tenang, nafsul muthmainnah, Rosulullah SAW mencontohkan doa sebagai berikut : Allahumma innii as'alukannafsalmuthma'innah, tu'minuu biliqooika, watardloo biqodooika, wa taqna'u biathooika.Ya Allah, anugerhi hamba nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang), yang yakin akan perjumpaan dengan-Mu. dan Puas dengan ketentuanmu (qodloMu), dan menerima segala keputusan-Mu. Amin. (Darwono Tuan Guru)
Ayat-ayat terakhir surat Al Fajr seakan menegaskan, bahwa jiwa hamba Allah dan ahli syurga memiliki karakter tersendiri. Mereka bukan jiwa yang berkobar-kobar, bukan yang meledak-ledak tetapi mereka yang memiliki karakter Muthmainnah. Selengkapnya

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pendekatan-Pendekatan dalam Pembelajaran

Oleh : Adi Saputra, S.Pd


Pendekatan adalah sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan ini masih bersifat umum, strategi dan metode yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. Contoh pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centre), pendekatan ini menurunkan strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran deduktif atau strategi pembelajaran ekspositori.
Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran juga merupakan aktivitas guru di dalam memilih kegiatan pembelajaran, apakah guru akan menjelaskan suatu materi pembelajaran yang sudah tersusun dalam urutan tertentu, ataukah dengan menggunakan materi yang terkait satu dengan lainnya dalam tingkat kedalaman yang berbeda, atau bahkan merupakan materi yang terintegrasi dalam suatu kesatuan multi disiplin ilmu.
Syaiful Sagala (2003:71-94) membagi pendekatan atas delapan kelompok, yaitu pendekatan konsep, pendekatan proses, pendekatan deduktif, pendekatan induktif, pendekatan ekspositori, pendekatan heuristik, pendekatan kecerdasan, dan pendekatan konstektual. Selengkapnya

Tes Buta Warna


Selengkapnya

Perubahan Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal Kimia SMA

Oleh : Adi Saputra, S.Pd

A.       Perubahan Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dalam bukunya  “The Taxonomy of Education Objectives, The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain”.  Taksonomi Bloom mengkategorikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai kepada tiga domain atau ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif digunakan untuk mengukur intelektual, sedangkan domain afektif digunakan untuk mengukur sikap, dan domain psikomotor bertujuan mengukur praktek.
Ranah kognitif merupakan domain taksonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat intelektual berdasarkan satu hirarki kognitif yang disusun dari tingkat rendah hingga ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu  dari pengetahuan,  pemahaman, aplikasi,  analisis,  sintesis  dan penilaian,  seperti  diringkaskan  dalam Gambar 1 pada taksonomi yang lama. Selama hampir setengah abad taksonomi ini menjadi rujukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, sekitar tahun 2000 ,  terdapat   beberapa   perubahan   telah  dilakukan untuk lebih  bisa mengadobsi perkembangan dan temuan baru dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu diterbitkan edisi revisi buku dari Taksonomi Bloom yang berjudul: “A Taxonomy for Learning and Teaching and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives”(Anderson, Krathwohl, Airasian, Cruikshank, Mayer, Pintrich, Raths, dan Wittrock, 2000). Antara perubahan yang telah dilaksanakan ialah perubahan terminologi yang digunakan seperti yang ditunjukkan Gambar 1. Sebagai contoh, istilah pengetahuan,  pemahaman,  aplikasi,  analisis,  sintesis  dan  evaluasi  ditukarkan kepada menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalis, mengevaluasi dan membuat. Selengkapnya

Lima Belas Tips Untuk Menjadi Guru Hebat


Mengajar adalah profesi yang kompleks dan menantang, dan beberapa guru lebih berhasil dari yang lain. Siswa yang mereka ajar mendapatkan nilai lebih baik pada tes, lebih mungkin untuk berhasil pada pendidikan selanjutnya, dan mereka akan selalu ingat dengan guru mengajar dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Banyak guru berhasil dalam memfasilitasi siswa mereka secara akademis serta perkembangan kepribadiannya. Mereka mengajar secara totalitas dan tanpa pamrih yang hanya mengedepankan pengabdian di dalam mencerdaskan anak didiknya. Selain itu juga, guru terbaik juga menikmati pekerjaannya, percaya pada apa yang mereka ajarkan, pekerja keras, menghabiskan banyak waktu untuk membuat perencanaan pembelajaran, menggunakan pola pengasuhan, peduli kepada kebutuhan siswa serta dan mengaktifkan semua siswa di dalam pembelajaran. Selanjutnya guru-guru ini mempunyai pandangan bahwa setiap pribadi siswa mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dan tugas gurulah untuk membangkitkan potensi tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah kumpulan temuan dari penelitian tentang karakteristik dari guru hebat: (Tulisan ini juga dilengkapi dengan Daftar Ceklis untuk menguji apakah Anda termasuk guru hebat atau belum) Selengkapnya

Paradigma Pendidikan Memanusiakan Manusia

Oleh:
Adi Saputra

Beberapa bulan ini merupakan masa yang menyibukkan bagi dunia pendidikan di Indonesia, baik dari pusat mau pun di daerah. Karena pada saat sekarang ini siswa, guru, sekolah, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan dinas pendidikan propinsi serta kementerian pendidikan saling mempersiapkan diri dalam melaksanakan ujian nasional yang dilakukan dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas. Ujian nasional selalu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa mau pun pihak sekolah. Hal ini bisa dilihat dari sibuknya pihak sekolah bersama siswa mengadakan pemantapan, try out, sampai mengadakan doa bersama semalam suntuk sebelum melaksanakan ujian nasional.
Agar sukses di dalam ujian nasional, maka banyaklah perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa, oknum guru, maupun oknum dinas pendidikan di daerah. Di antaranya adalah: perilaku monyontek yang dilakukan siswa, Selengkapnya 

Kecerdasan Berbeda, Gaya Belajar Berbeda, mereka disamakan?

Konon di dunia binatang telah berlangsung musyawarah diantara binatang besar dibawah pimpinan raja rimba Singa. Mereka membicarakan rencana untuk mendirikan sekolah bagi para binatang kecil yang di dalamnya akan diajarkan mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. Namun dalam musyawarah mereka tidak sepakat tentang subjek mana yang paling penting. Mereka akhirnya memutuskan agar semua murid mengikuti seluruh mata pelajaran yang diajarkan. Jadi, setiap murid harus belajar memanjat, terbang, berlari, menggali dan berenang.
Pada saat sekolah dibuka, para binatang kecil dari seluruh pelosok hutan sangat antusias untuk bersekolah. Seluruh murid bergairah menikmati segala kebaruan dan keceriaan. Sampai tibalah suatu hari yang mengubah keadaan sekolah itu.
Satu murid yang bernama kelinci sangat piawai berlari, namun ketika mengikuti kelas berenang dia hampir tenggelam. Dia berusaha untuk belajar berenang, namun selalu gagal, sehingga mengguncang batinnya. Karena sibuk belajar berenang, si Kelincipun tak pernah dapat lagi berlari secepat sebelumnya.
Pada saat yang sama, murid lain yang bernama Elang mengalami kesulitan dalam pelajaran menggali. Elang yang terkenal pandai terbang, selalu gagal dalam pelajaran menggali, sehingga dia harus mengikuti les pelajaran menggali. Les itu menyita waktu sehingga ia melupakan cara terbang yang sebelumnya sangat ia kuasai.
Setiap hari kesulitan-kesulitan muncul dan melanda para binatang siswa sekolah. Setiap siswa sibuk memperbaiki pelajaran yang tidak ia kuasai sehingga mereka tidak punya kesempatan lagi untuk beprestasi dalam bidang keahlian mereka masing-masing. Hal ini terjadi karena sekolah tidak menghargai sifat alami mereka. Selengkapnya

Jumat, 12 Agustus 2011

Kegagalan Dan Kesalahan Guru

Mengapa Guru Gagal?

Sayangnya, guru kadang-kadang tidak berhasil dalam profesi yang mereka pilih. Dalam survey yang meminta kepada pengelola sekolah tentang alasan untuk kegagalan guru (pemecatan, teguran, mutasi), Profesor Jack Riegle di dalam penelitiannya menemukan guru lebih mungkin untuk dipecat karena miskin keterampilan interpersonal daripada kurangnya pengetahuan tentang pelajaran mereka. Alasan yang paling sering disebut responden adalah sebagai berikut:
1. Ketidakmampuan untuk mengatur dan mengendalikan kelas.
2. Kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana anak-anak tumbuh dan berkembang yangberkaitan dengan interaksi guru dan murid
3. Ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif dengan pendidik lain.
4. Ketidakmampuan untuk bekerja secara efektif dengan orangtua siswa.
5. Ketidakmampuan menguasai materi pelajaran yang diampu.
6. Lainnya: amoralitas, pembangkangan, ketidakhadiran, kekerasan pada anak, kepikunan,     atau obat-obatan dan alkohol.
Sumber: Riegle, J. D. (1985). What administrator say about why teachers fail. The Teacher Educator. 21 (1), 15-18. Baca selebihnya

Media Pembelajaran Berbasis IT


A.  Pengertian Media Pembelajaran 

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke – 20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet. Baca selebihnya

Indikator Kualitas Sekolah

Oleh:
Adi Saputra, S.Pd, M.Pd

Sebelum masa tahun ajaran baru merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap program sekolah yang telah dilaksanakan pada tahun ajaran sebelumnya dan perbaikan untuk tahun ajaran yang akan datang. Evaluasi dapat dilakukan haruslah menggunakan indikator-indikator tertentu untuk memudahkan di dalam penilaian terhadap bagian-bagian tertentu. Indikator kualitas sekolah berikut merupakan rangkuman dari temuan-temuan penelitian yang banyak dilakukan pada sekolah yang paling berhasil di berbagai Negara, indikator-indikator tersebut antara lain adalah:

1. Lingkungan yang Memperkaya
Lingkungan fisik yang rapi dan menarik. Fleksibilitas dalam pengaturan ruang. Siswa secara aktif terlibat dalam pengalaman yang melibatkan kreativitas. Berbagai sumber multimedia digunakan. Memperkaya sekitar sumber belajar.

2. Aman, Mendukung Lingkungan Belajar
Humor yang tepat digunakan. Aturan jelas dan konsisten ditegakkan. Tersedia bantuan tambahan bila siswa membutuhkan. Guru memperlakukan siswa dengan sopan. Guru menggunakan nama siswa dengan baik. Guru memonitor kelas mereka dengan baik dan bergerak ke sekeliling kelas. Baca selanjutnya

Pembelajaran Dengan Eksplorasi, Elaborasi, Dan Konfirmasi


Saat ini guru dianjurkan untuk membuat RPP dan silabus yang menggunakan fase-fase eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Fase-fase ini berdasarkan Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pembelajaran. Namun belum banyak yang memahami, oleh karena itu posting berikut ini disajikan sedikit pengertian tentang eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi yang dilengkapi dengan beberapa contoh RPP.

Eksplorasi

Eksplorasi adalah upaya awal membangun pengetahuan melalui peningkatan pemahaman atas suatu fenomena (American Dictionary). Strategi yang digunakan memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan menerapkan strategi belajar aktif.
Pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini secara empirik telah melahirkan disiplin baru pada proses belajar. Tidak hanya berfokus pada apa yang dapat siswa temukan, namun sampai pada bagaimana cara mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Istilah yang populer untuk menggambarkan kegiatan ini ialah “explorative learning”. Konsep ini mengingatkan kita pada pernyataan Lao Tsu, seorang filosof China yang menyatakan “I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand.” Baca selebihnya

Penilaian Kelas

KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS
 
A.  Pengertian Penilaian Kelas
 
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi.
Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur, teknik dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal ini nilai terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya.  Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan. Baca selebihnya

Gambar Persepsi

Di bawah ini terdapat beberapa buah gambar yang kalau dilihat secara sekilas akan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, sebenarnya gambar tersebut mempunyai ukuran yang sama atau mempunyai makna tertentu.

Untuk mencari jawabannya, silakan di download melalui link berikut: Jawaban gambar persepsi

Pengajaran Remidial

Oleh:
Adi Saputra, S.Pd, M.Pd



1.     Pengertian Pengajaran Remedial
Dalam proses  pembelajaran  akan  selalu  ada  siswa-siswa  yang memerlukan bantuan baik dalam mencerna materi pelajaran maupun dalam mengatasi   kesulitan-kesulitan  belajar  yang  dialaminya,  sering  ditemui seseorang atau kelompok siswa yang tidak mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Hasil belajar seorang siswa kadang-kadang di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan hasil belajar teman-teman  sekelasnya, siswa- siswa seperti inilah yang perlu memperoleh pengajaran remedial.
Menurut Suhito  (1986:460)  menerangkan  bahwa  kata  remedial berarti   menyembuhkan,   membetulkan,   atau   membuat   menjadi   baik. Dengan  demikian  pengajaran  remedial  adalah  suatu  bentuk  pengajaran yang  bersifat  menyembuhkan  atau  membetulkan,  atau  pengajaran  yang membuat menjadi baik. Pengajaran  remedial  merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud menyembuhkan atau memperbaiki kesulitan belajar siswa yang diarahkan kepada pencapaian hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuan siswa.
Aspek-aspek yang diperbaiki dalam pengajaran remedial adalah sebagai berikut.
a)  Cara-cara belajar siswa
b)   Cara mengajar
c)  Materi pelajaran
d)  Alat  belajar  dan  lingkungan  yang  turut  serta  mempengaruhi  proses belajar-mengajar. Baca selengkapnya