S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Sabtu, 04 Februari 2012

Regulasi Guru, Berpengaruhkah pada Peningkatan SKL

Dengan semakin bertambahnya perangkat pengaturan guru saat ini seharusnya  berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru serta secara serta merta meningkatkan standar pelayanan belajar terhadap siswa. Kinerja pelayanan belajar guru yang meningkat harus dapat dibuktikan dengan semakin meningkatnya standar mutu lulusan.
Peningkatan standar mutu lulusan dalam jangka pendek diukur dengan meningkatnya peroleh nilai siswa dalam unjian nasional. Namun hal itu bukan satu-satunya ukuran. Tingginya peroleh nilai UN idealnya mencerminkan derajat kompetensi siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan. Selengkapnya

Rabu, 01 Februari 2012

Klasifikasi makhluk hidup

Materi : Biologi SMA Kelas X  
 
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus.
Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi. Selengkapnya

Virus Dan Monera

Materi Biologi SMA Kelas X
 
Ringkasan Materi:
Virus berarti racun, virus mempunyai ciri diantaranya:
  1. Virus belum bisa dikatakan sel karena tidak memiliki organel sel seperti mitokondria, badan golgi, ribosome dsb.
  2. Virus berukuran amat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 X.
  3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
  4. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan "kepala" oval dan "ekor" silindris.
  5. Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor. Selengkapnya

Protista

Penggunaan system klasifikasi lima kingdom yang disusun oleh Whittaker menyebabkan protista dibahas sebagai suatu kingdom tersendiri. Protista mudah dibedakan dari organisme prokariot, namun agak sukar digolongkan pada organisme eukariot karena bentuknya yang sangat sederhana. Protista adalah suatu kerajaan dari mahluk hidup yang menunjukkan sedikit terjadi differensiasi jaringan, mencakup golongan protozoa dan algae yang eukarion, sehingga golongan ini menunjukkan campuran ciri-ciri yang terdapat pada tumbuhan maupun hewan, hanya saja belum mampu membentuk jaringan komplek. Protista diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu Protista yang mirip tumbuhan (Algae), Protista mirip fungi (Jamur lendir) dan protista mirip hewan (Protozoa). Selengkapnya

Fungi (Jamur)

Materi Biologi Kelas X
 
Tempe yang sehari-hari kita makan merupakan salah satu contoh hasil kerja jamur, demikian juga dengan tape, tape yang manis tidak mungkin tercipta tanpa peran jamur.
 
Ciri-ciri Jamur
Jamur termasuk organisme eukariot dan hampir semua anggotanya adalah multiseluler. Susunan sel jamur multiseluler adalah berderet-deret membentuk benang halus yang disebut hifa. Hifa kemudian bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Hifa jamur ada yang bersekat (bersepta) dan tidak bersekat. Hifa yang tidak bersekat, mempunyai nukleus menyebar di dalam protoplasma. Hifa semacam in disebut hifa koenositik. Pada jamur parasit terdapat hifa yang khusus untuk menyerap makanan dari inangnya yang disebut haustorium.
Jamur melakukan reproduksinya secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan pembentukan kuncup pada jamur uniseluler, serta fragmentasi miselium dan pembentukan spora aseksual pada jamur multiseluler. Reproduksi seksual jamur adalah dengan pembentukan spora seksual. Daur hidup jamur berbeda-beda bergantung pada divisinya. Spora jamur dibedakan menjadi dua macam, yaitu: spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual merupakan hasil pembelahan mitosis sedangkan spora seksual meruapakan hasil pertemuan dua jenis gamet yang dihasilkan oleh hifa. Selanjutnya

Keanekaragaman Hayati

Jenis makhluk hidup yang dapat dijumpai di lingkungan beranekaragam. Berbagai jenis hewan misalnya ayam, anjing, kucing, dan berbagai jenis tumbuhan misalnya jambu, mangga, jeruk, rerumputan, hidup di sekitar kita. Setiap makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup disebut keanekaragaman hayati atau biodiversitas.
Makhluk hidup sejenis (dalam spesies yang sama) memiliki ciri yang sama. Misalnya, ayam di Indonesia dengan ayam di Negara lain memiliki ciri yang sama. Jadi di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup, sedangkan antar spesies berbeda terdapat keanekaragaman.
Di berbagai lingkungan dapat kita jumpai keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Setiap lingkungan memiliki kenaekaragaman hayati masing-masing.

Kingdom Plantae

Materi Biologi SMA Kelas x 

Pendahuluan.

Kingdom Plantae meliputi organisme multiseluler, eukariotik dan selnya telah memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa. Plantae meliputi tumbuhan lumut(Bryophyta), Tumbuhan Paku(Tracheophyta) dan Tumbuhan Biji(Spermatophyta)
Berikut akan dibahas satu per satu secara terinci.

A. Bryophyta
Bryophyta adalah tumbuhan darat yang tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Selain itu tumbuhan lumut tidak memiliki pembuluh angkut namun memiliki klorofil sehingga digolongkan ke dalam kingdom Plantae. Sebagian lumut ada yang tubuhnya berupa thalus (lembaran) dan ada juga yang sudah memiliki bagian tubuh mirip akar, batang dan daun. Oleh sebab itu lumut disebut juga peralihan antara tumbuhan berthalus dan tumbuhan berkormus yang memiliki akar, batang dan daun sejati. Selanjutnya

Kamis, 26 Januari 2012

Metode Pemecahan Masalah

Apakah sistem pembelajaran yang diselenggarakan dengan konsentrasi pada latihan pengerjaan soal yang semakin menguat diimbangi dengan pengembangan ketrampilan siswa bertanya? Pertanyaan ini muncul setelah saya melaksanakan tugas mensupervisi  guru mengajar dan mendapatkan fakta bahwa sulit mendapatkan guru yang mengembangkan keterapilan siswa bertanya.
Tentu hal itu merupakan masalah sebab ilmu itu bukan  tumbuh dari kepandaian menjawab pertanyaan, melainkan dari kemampuan merumuskan pertanyaan. Keterampilan menjawab memang penting, namun kemampuan ini bukan pengungkit  inisiatif. Pengetahuan baru datang dari kemampuan bertanya dan kepandaian untuk mencari jawaban.
Dalam tiga minggu terakhir,  saya masuk kelas untuk mendampingi guru mengajar. Dalam semua kesempatan, saya menantikan pernyataan seperti ” Informasi baru apa yang ingin kalian ketahui dalam proses belajar hari ini?” atau ” Masalah apa yang ingin kalian pecahkan?’ atau  ‘ Cobalah kalian membuat pertanyaan, apa yang hedak kalian mempelajari,. Yang selalu muncul adalah guru memulai pelajaran dengan bartanya. Selengkapnya

Kiat Menyajikan Karya Tulis Pada Forum Lomba

Presentasi karya ilmiah dalam waktu singkat seperti dalam kegiatan lomba guru berprestasi memerlukan persiapan khusus agar mencapai efektivitas sebagaimana yang diharapkan. Salah satu hal yang penting adalah menentukan  materi yang akan disajikan dan memilih tema power point yang sesuai. Hal ini sangat menentukan penampilan Anda. Pastikan pula bahwa Anda sudah tahun benar yang akan Anda sajikan di forum.
Berikut ini GP sajikan 8 kiat praktis agar penyaji mendapatkan apresiasi yang baik dari juri dan pemirsa. Selengkapnya

Penggunaan Teknologi dalam Pengukuran Proses dan Hasil Belajar

Beberapa sekolah unggul di Indonesia membuktikan bahwa dengan meningkatnya mutu pelaksanaan penilaian telah mendongkrak komitmen siswa belajar dan kesungguhan pendidik dalam mewujudkan tujuan mengajar. Strategi yang sekolah lakukan meliputi kegiatan ;  (1) meningkatkan relevansi instrumen evaluasi dengan tujuan pembelajaran, (2) memperketat pengawasan  terhadap penyusunan instrumen agar benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur,(3) memantau pemenuhan standar  operasional prosedur pengukuran, dan  (4) mengolah hasil tes  oleh  tim penjamin mutu untuk menjaga objektivitas data hasil belajar. Selengkapnya

Pendidikan Nano Menghasilkan Produk Inovatif

Teman yang baru pulang dari Korea Selatan menyatakan kekagumannya terhadap bola lampu penerangan jalan di Seoul yang memiliki masa pakai lima belas tahun, bahkan bisa mencapai dua puluh tahun. Bola lampu itu merupakan model produk teknologi nano Korea Selatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyrakatnya.
Isu itu menjadi kajian penting apabila kita kembangkan  dalam masalah bagaimana lembaga pendidikan dapat menghasilan manusia yang inovatif yang dapat menghasilkan bola lampu yang tahan dipakai dua puluh tahun?
Isu pendidikan nano begitu populer di negara-negara industri saat ini. Selengkapnya

Lesson Study: Panduan Praktis

Apakah Lesson Studi? 

Lesson Studi merupakan proses pembinaan profesi guru pembelajar secara berkelanjutan melalui kegiatan praktek sehingga guru memiliki peluang memperbaiki tugas profesinya melalui pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh teman sejawat. Lesson study meningkatan mutu profesi secara kolaboratif dengan tidak meninggalkan tugas mengajar. Selengkapnya

Selasa, 24 Januari 2012

Studi tentang Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Pembelajaran Bilingual

Tahun 2006 Depdiknas menetapkan kebijakan wajib menyelenggarakan pembelajaran bilingual. Bahasa asing yang dianjurkan adalah bahasa Inggris. Mata pelajaran yang diprioritaskan menggunakan  pengantar bilingual adalah Ilmu Pengetahan Alam (Fisika, Kimia, Biologi) dan Matematika.
Kebijakan ini wajib diterapkan pada sekolah penyelenggara program rintisan sekolah bertaraf internasional(RSBI). Namun demikian SMA dan SMP yang merintis menjadi sekolah standar nasional (SSN) juga banyak yang menyelenggarakan pembelajaran bilingual.
Kebijakan ini selanjutnya menjadi kontroversial karena sebelum aksi kebijakan dilakukan, sekolah maupun pemerintah belum mempersiapkan guru yang terlatih. Keinginan besar tersebut menimbulkan masalah karena kebijakan itu sendiri tidak dapat diimplementasikan dalam kelas, namun sekolah telah mempromosikan secara luas kepada masyarakat bahwa sekolahnya menyelenggarakan pembelajaran bilingual yang tentu saja berbiaya lebih mahal.
Permasalahan  semakin meluas karena ketersediaan guru MIPA yang fasih berbasa Inggris di luar kota-kota besar sangat terbatas. Ketika pembelajaran bilingual dipaksakan diterapkan, maka efektivitas pembelajaran menurun. Selengkapnya

Melatih Siswa Terampil Berpikir Ilmiah

Berpikir ilmiah artinya berpikir sistematis. Dimulai dari merumuskan masalah yang diikuti dengan merumuskan hipotesis. Menghimpun data dan menyelesiakan masalah. Berpikir ilmiah merupakan metode eksperimental untuk membantu mengkonfirmasi atau meniadakan hipotesis. Data dikumpulkan melalui percobaan yang diamati, data diolah, lalu disimpulkan[1].
Berpikir secara ilmiah merupakan proses penerapan teknik ilmiah untuk meneliti fenomena, mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang diintegrasikan dengan ilmu pengehuan sebelumnya atau mengoreksi pengetahuan sebelumnya.[1] Berpikir ilmiah merupakan pendekatan berpikir sistematis dalam mengimpun data dalam menyelesiakan masalah.[2]
Berpikir ilmiah berarti membangun hubungan sebab akibat pada sistem yang melibatkan satu atau beberapa variabel. Samakin banyak variabel yang diidentifikasi pengaruhnya semakin sulit melakukan proses berpikir[3].
Berpikir ilmiah adalah cara berpikir – mengenai subjek ilmiah, isi, atau masalah – sehingga seseorang dapat  meningkatkan kualitas keterampilan berpikirnya serta merefleksikan struktur yang melekat dalam pikirannya serta mematuhi standar intelektual[4],

Siklus Lesson Study

Lesson Study adalah kegiatan penelitian kelas dengan cara mencurahkan perhatian pada kegiatan  belajar siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru mengajar. Kegitan ini merupakan kegiatan belajar secara kolaboratif. Pada saat ini studi tentang bagaimana siswa belajar untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dilakukan secara luas di berbagai negara.
Perkembangan terakhir kegiatan lesson ini bukan hanya meneliti   “Bagaimana siswa belajar dengan cara belajar dalam kelas”juga dikembangkan  “Kerja sama guru dalam jejaring sekolah”
Makna lesson studi berkembang  semakin luas. Menurut Heinemann lesson studi merupakan pendekatan studi  yang terstruktur dalam rangak pengembangan, dan pembaharuan pembelajaran. Kegiatan lesson merupakan riset berkelanjutan tentang bagaimana siswa belajar, mengarahkan guru mencapai tujuan pembelajaran dengan melalui proses pembaharuan. Selengkapnya

Teknik Merumuskan Tema Lesson Study

Menentukan tema penelitian pengembangan dengan menggunakan srategi lesson study merupakan salah satu langkah penting agar kegiatan lebih fokus pada kepentingan peningkatan mutu guru.  Komponen mutu dipilih sesuai dengan yang guru perlukan. Tema hedaknya disesuaikan dengan pemikiran mengenai keterampilan yang berdampak terhadap meningkatnya hasil belajar siswa.
Sebaik-bainya strategi mengajar adalah yang membuat siswa tahu cara belajar, memahami apa yang harus mereka pelajari, dan terampil mewujudkan karya yang memenuhi kriteria pada tujuan. Jadi dalam sistem pendidikan mutahir pengajaran menyangkut tiga aspek pengengan yaitu menguasai  apa, caranya bagaimana, dan karya nyata yang berguna dalam kehidupan.
Hal dasar yang perlu menjadi pemikiran ialah perbaikan belajar dengan standar seperti yang bagaimana yang sesungguhnya hendak Anda penuhi?  Selengkapnya