S e l a m a t   D a t a n g di Blog Pusat Sumber Belajar SMA Negeri 1 Kota Cirebon Info : Ferifikasi Data Siswa Baru/PPDB SMA RSBI Negeri 1 Kota Cirebon dari tanggal 5 - 15 Mei 2012 silahkan Klik ke www.smansa.ppdbrsbi-cirebon.org

Jumat, 10 Juni 2011

Yuk, Menghitung Ikan di Laut!

Label : Biologi 

Netsains.Com - Jumlah ikan yang ada di lautan ada ribuan dan mereka sangat aktif, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk menghitung jumlah dan jenis mereka. Tidak seperti manusia, ikan ini tidak bisa diberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai fakta kehidupannya. Dulu sebelum saya mengenal dunia lautan, sering bertanya-tanya dan penasaran bagaimana menghitung ikan di lautan.
Nah, penelitian tentang estimasi kuantitatif ikan-ikan yang di ada lautan khususnya di daerah terumbu karang telah dilakukan selama bertahun-tahun di Great Barrier Reef (GBR) yang sebagian besar menggunakan sensus visual, dan saat ini juga dilakukan di Indonesia. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Australian Institute of Marine Science (AIMS) dan Great Barrier Reef Marine Park Authority (GBRMPA). Metode yang digunakan dalam pengamatan ikan terumbu merupakan metode yang telah mengalami perubahan-perubahan yang dihasilkan selama dua kali workshop tentang penaksiran ikan terumbu dan pemantauan (monitoring) pada tahun 1978 dan 1979. Teknik visual sensus pada waktu itu dilaksanakan dan dikembangkan dengan sangat berhasil dengan diadopsi dari the Long-term Monitoring Program (LTMP)  untuk survey populasi ikan karang. Selengkapnya

Menjaga Kesehatan Otak Agar Tetap Konsentrasi

Label : Biologi 

Netsains.Com - Otak adalah tempat di mana kita menyimpan berbagai memori atau ingatan hidup kita serta merupakan alat berpikir yang jauh lebih baik daripada otak binatang. Kita bisa menghapal lagu, mengingat cinta masa lalu yang indah, melamun yang tidak-tidak, berkonsentrasi mengerjakan soal ulangan, dan lain-lain semua melibatkan otak.
Karena otak adalah salah satu organ vital yang ada pada tubuh kita, maka sudah selayaknya kita menjaga dan merawat otak agar tidak tekor dan error. Otak yang eror bisa membuat orang menjadi gila, camen atau cacat mental, kurang waras, halusinasi, paranoid, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah tips cara menjaga dan merawat kesehatan otak manusia dari website organisasi.org tercinta, Selengkapnya 

Siapa Dapat Hidup Seribu Tahun Lagi?

Label : Biologi

"Aku mau hidup seribu tahun lagi", demikian larik penutup puisi 'Aku' oleh Chairil Anwar. Puisi ini ditulis bulan Maret 1943, selang enam tahun kemudian Chairil meninggal dunia. Hidup abadi adalah obsesi menarik umat manusia. Dalam mitologi dan sumber-sumber pengetahuan purba di belahan bumi barat, hidup muda abadi adalah tema yang senantiasa berulang. Herodotus, sejarawan Yunani yang hidup di abad ke lima sebelum Yesus Kristus menulis tentang mata air keabadian yang konon kabarnya berada di Ethiopia. Siapapun yang minum dari mata air ini bakal jadi muda selamanya. Juan Ponce de Leon, eksplorator asal Spanyol yang ditahbiskan jadi gubernur Puerto Rico pertama sampai-sampai menggelar ekspedisi ke Florida demi mendengar bahwa mata air keabadian bisa ditemukan di sana. Manusia berobsesi, manusia mencari. Bahkan di masa modern seperti sekarangpun ekspedisi mencari mata air keabadian masih belum berhenti. Selengkapnya

Rel Kereta Tokyo Efisien Berkat Jamur Lendir!

Label  : Biologi 

Netsains.Com - Jepang merupakan negeri yang tak diragukan lagi kecanggihannya dalam urusan perkeretaan. Sebut saja nama shinkansen, kereta tercepat di dunia, yang hanya dengan berkedip saja, kereta ini melaju layaknya kilat. Kereta memang menjadi sarana transportasi utama di Jepang. Semua jenis kereta ada di Jepang, dari kereta lokal yang berhenti setiap 2 menit, kereta semi express, rapid express, super express, semuanya lengkap. Dan seluruh sistem perkeretaan di Jepang ini memberikan jasa ketepatan waktu yang luar biasa, kecepatan sempurna, dan keamanan pasti.
Apalagi di Tokyo, setiap hari jutaan orang harus diangkut dari suatu spot ke spot yang lain,  dengan waktu yang secepat-cepatnya dan setepat-tepatnya (karena "terlambat" dalam kamus hidup di Jepang adalah sebuah dosa besar, ketepatan waktu adalah harga diri yang selalu dijunjung tinggi). Tentu saja, seluruh sistem kereta listrik itu didesain sedemikian rupa sehingga menyediakan pelayanan jasa transportasi yang sangat efektif dan efisien. Rute atau jaringan rel kereta di Jepang pun harus dibuat sesempurna mungkin. Selengkapnya

Hubungan Ikan dan Kecerdasan Otak

Label : Biologi 

Netsains.Com - Tingkat kecerdasan orang Jepang ternyata berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal itu dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun.
Dari aspek gizi dan pangan, ternyata bahan pangan yang mendominasi makanan orang Jepang ialah ikan, dengan tingkat konsumsi rata-rata 60 kg per orang per tahun. Tingkat konsumsi ikan orang Indonesia masih di bawah 30 kg per orang per tahun. Sementara di Malaysia sudah mencapai 37 kg per orang per tahun. Selengkapnya

Mikrokosmos di Halaman Belakang: Stinkhorn

Label : Biologi 

Netsains.Com - Tiga minggu lalu satu sistem awan hujan datang mengunjungi Brookings, South Dakota. Sistem ini menggantung lumayan lama di atas kota. Walhasil kami pun berbasah-basah ria hampir seminggu penuh dan rumput halaman saya dengan penuh terpaksa tidak dipotong sepanjang minggu tadi.
Ketika cuaca membaik, saya pun iseng minum kopi di halaman seraya ngungun meratapi tingginya rumput yang perlu di potong. Di tengah acara ngungun tadi itulah terantuk lah mata ke pucuk-pucuk struktur menarik menjulang dari tanah di beberapa tempat di halaman. Ah ah, cendawan kah? Selengkapnya

Sifat Periodik Unsur : Sifat Logam, Titik Leleh dan Titik Didih

Label : Kimia 

a. Sifat Logam
Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur- unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).
Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:
  1. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.
  2. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang. Selengkapnya

Ikatan Kimia & Konfigurasi Elektron Gas Mulia

Label : Kimia 

Ikatan Kimia
Gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia. Konsep ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000).
Konsep tersebut adalah:
  1. Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil.
  2. Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti gas mulia. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron.
  3. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron secara bersama-sama. Selengkapnya

Ikatan Ion

Label : Kimia 

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).
Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Pada suhu kamar, semua senyawa ion berupa zat padat kristal dengan struktur tertentu. Dengan mengunakan lambang Lewis, pembentukan NaCl digambarkan sebagai berikut.

Rumus Pembentukan NaCl - Lewis 
NaCl mempunyai struktur yang berbentuk kubus, di mana tiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl– dan tiap ion Cl– dikelilingi oleh 6 ion Na+.
 

Ikatan Kovalen


Label : Kimia 

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom (James E. Brady, 1990). Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama atom bukan logam).
Cara atom-atom saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus
bangun atau rumus struktur. Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis dengan mengganti setiap pasangan elektron ikatan dengan sepotong garis. Misalnya, rumus bangun H2 adalah H – H.
Contoh:
a. Ikatan antara atom H dan atom Cl dalam HCl
Konfigurasi elektron H dan Cl adalah:
H : 1 (memerlukan 1 elektron)
Cl : 2, 8, 7 (memerlukan 1 elektron)
Masing-masing atom H dan Cl memerlukan 1 elektron, jadi 1 atom H akan
berpasangan dengan 1 atom Cl.
Lambang Lewis ikatan H dengan Cl dalam HCl, Selengkapnya

Ikatan Kovalen Koordinasi dan Polarisasi Ikatan Kovalen

Label : Kimia 
Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron. Ikatan kovalen koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB).
Contoh:
Atom N pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion H+ melalui ikatan kovalen koordinasi,sehingga menghasilkan ion amonium, NH4+. Dalam ion NH4+ terkandungempat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi. Selengkapnya

Inisiatif Non-tradisional Dalam Pengembangan Budaya Tradisional Indonesia

Label : Edukasi 

Disampaikan pada Focus Group Discussion Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta, 21 Desember 2010.
You don’t have to burn books to destroy a culture.
Just get people to stop reading them.
-Gandhi-
Kebudayaan itu kompleks. Kompleksitas budaya dapat terletak pada ke-tak-terpisah-an antara kelompok kolektif yang menghidupinya dengan obyek budaya, keterhubungan yang erat antara sebuah obyek budaya dengan narasi bijaksana yang tersimpan di dalamnya, antara obyek budaya yang berbentuk benda (tangible) dan yang tak berbentuk benda (intangible), hingga keterkaitan antara sosio-historio-eko-geografi tempat di mana ia tumbuh. Kompleksitas budaya inilah yang membuat mau tak mau, penanganan kebudayaan tak bisa hanya dikerjakan dalam satu lingkup domain saja. Selengkapnya

Rabu, 08 Juni 2011

Cara menyatakan himpunan

Label : Matematika 

PENGERTIAN
Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.
Contoh:
  • Himpunan siswi kelas III SMU Tarakanita tahun 1999-2000 yang nilai IQ-nya diatas 120.
  • Himpunan bilangan-bilangan bulaT diantara 10 dan 500 yang habis dibagi 7
Himpunan hanya membicarakan objek-objek yang berlainan saja.
Metode Roster
yaitu dengan menuliskan semua anggota himpunan di dalam
tanda kurung {...........}
contoh: himpunan bilangan ganjil N = {1,3,5,7,9,.......}, Selengkapnya

Teori Belajar

Label : Edukasi 
Tulisan ini hanya akan dikemukakan lima jenis teori belajar saja, yaitu: (a) teori behaviorisme; (b) teori belajar kognitif menurut Piaget; (4) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan (5) teori belajar gestalt.
a. Teori Behaviorisme
Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya, Selengkapnya 

Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Masa Remaja

Label : Edukasi

Masa ketika topan dan badai datang mendera
Masa remaja dikenal dengan masa yang terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik yang pesat dan pertumbuhan secara psikis yang bervariasi. Pada masa remaja (usia 12 sampai dengan 21 tahun) terdapat beberapa fase (Monks, 1985), fase remaja awal (usia 12 tahun sampai dengan 1-0 tahun), remaja pertengahan (usia 15 tahun sampai dengan 18 tahun) masa remaja akhir (usia 18 sampai dengan 21 tahun) dan di antaranya juga terdapat fase pubertas yang merupakan fase yang sangat singkat dan terkadang menjadi masalah tersendiri bagi remaja dalam menghadapinya.
Fase pubertas ini berkisar dari usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 16 tahun dan setiap individu memiliki variasi tersendiri. Masa pubertas sendiri berada tumpang tindih antara masa anak dan masa remaja, sehingga kesulitan pada masa tersebut dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan menghadapi fase-fase perkembangan selanjutnya. Pada fase itu remaja mengalami perubahan dalam sistem kerja hormon dalam tubuhnya dan hal ini memberi dampak baik pada bentuk fisik (terutama organ-¬organ seksual) dan psikis terutama emosi.
Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak terlepas dari bermacam pengaruh, seperti lingkungan tempat tinggal, keluarga, sekolah dan teman-teman sebaya serta aktivitas-¬aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Selengkapnya

Pembelajaran dengan Metode Team Teaching dapat Menggairahkan Siswa Belajar Fisika

Label : Edukasi 


SISTEM PEMBELAJARAN METODE TEAM TEACHING
(Sesuai dengan makna Firman Allah QS. Almaidah(5) :2)

Oleh:
SUYUTI, S.Pd., M.Si.
(Guru SMA Negeri 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng)



I. Pendahuluan
Dewasa ini, seiring dengan semakin modernnya sistem pendidikan dan tuntutan yang semakin berkembang, tak jarang sekolah-sekolah yang masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional cukup tertinggal jauh dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran dengan strategi konvensional ini, proses pembelajaran dilakukan secara soliter, artinya proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi pembelajaran siswa dilakukan oleh satu orang guru. Gambaran pembelajaran seperti ini dapat dianalogikan bagaikan seorang penjual sate, di mana semua urusan suatu pekerjaan dari awal sampai akhir hanya di kerjakan oleh satu orang. Selengkapnya